PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Pergerakan Masyarakat Islam Indonesia (PMII) bersama Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) gelar aksi damai di Kantor PT Timah Tbk Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (09/11/20).
Dalam orasinya sejumlah massa menuntut aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah laut, sebab menurut mereka kegiatan tersebut sangat merugikan nelayan maupun pelaku-pelaku pariwisata diwilayah itu.
Dan sebelumnya, nelayan sudah bersuara menuntut PT Timah menarik mitra kerjanya karena hasil tangkap ikan nelayan turun drastis dan jarak tempuh semakin jauh akibat dari pertambangan laut.
Selain itu, terkait aktivitas pertambangan tersebut penambang juga merasa dirugikan oleh oknum tertentu karena setiap ponton yang akan masuk untuk melakukan penambangan diminta uang masuk atau uang bendera.
Masa juga menuntut PT Timah karena tidak bisa membawa perdamaian dan perubahan dimasyarakat yang saat ini semakin susah.
Terkait aksi ini perwakilan dari PT Timah, Tasyono meminta kepada pihak PMII untuk menunjuk perwakilan dari mahasiswa melakukan audiensi kepada perwakilan pihak PT Timah didalam gedung. Namun PMII menolak keinginannya, mahasiswa hanya berkenan bertemu dengan Dirut PT Timah langsung dihalaman samping PT Timah.
Aksi dilanjutkan di Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung namun ditempat tersebut tidak ada satupun perwakilan dari DPRD Provinsi Bangka Belitung yang berkenan bertemu dengan pengunjuk para rasa.
(eranews/hen)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.