Risvandika Salurkan Bantuan: Kami Pastikan Stok Pangan Bangka Selatan Aman untuk MBG 2025

​TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, terus meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan lokal.

​Program ini dilakukan dalam rangka penanganan dan pengendalian inflasi daerah, khususnya kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok bahan baku yang cukup untuk kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025.

​Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, menyatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada para petani di daerah tersebut.

Ia menyebut program ini sebagai wujud dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan, sekaligus mengklaim langkah ini efektif menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang pelaksanaan MBG.

​“Bantuan ini dalam rangka upaya penanganan inflasi daerah dan pemenuhan bahan baku MBG di Kabupaten Bangka Selatan,” ungkap Risvandika pada Selasa (29/9/2025).

​Ia menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tingkat II, APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan APBN.

​Secara rinci, bantuan sarana pertanian yang menggunakan dana APBD disalurkan kepada tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) hortikultura dengan total 2.015 kilogram pupuk dan benih. Penerimanya adalah:
​Gapoktan Sinar Baru Desa Paku, Kecamatan Payung: Bantuan 15 bungkus benih cabai dan 500 kilogram pupuk NPK.

​Gapoktan Bumi Barokah Besaoh Desa Irat: Bantuan 1.250 kilogram pupuk NPK.

​Kelompok Wanita Tani (KWT) Keposang Tani Desa Keposang, Kecamatan Toboali: Bantuan 250 kilogram pupuk NPK.

​Sementara itu, bantuan bersumber dana APBN dialokasikan untuk 15 kelompok Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), masing-masing lima kelompok di Kecamatan Pulau Besar, Airgegas, dan Toboali. Bantuan ini mencakup benih cabai, benih pisang, benih sayuran, pupuk NPK, hand sprayer (alat semprot), likat kuning, insektisida nabati, dan Kno3 putih.

​“Penerima bantuan ini merupakan petani tanaman hortikultura yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan,” tuturnya.

​Menurut Risvandika, fokus bantuan sarana produksi tanaman hortikultura ini adalah mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian bagi kelompok tani.

Tujuannya adalah meningkatkan produksi, kemandirian petani, dan ketersediaan pangan berkualitas seperti sayuran dan buah-buahan. Program ini memastikan masyarakat memiliki pasokan pangan yang cukup, bergizi, dan beragam, terutama di daerah yang rentan rawan pangan.

​”Dampaknya, mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian petani melalui peningkatan hasil usaha tani. Paling penting, dapat menekan laju inflasi komoditas cabai yang kerap terjadi setiap momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” tegasnya.

​“Dengan gerakan tanam ini, harga cabai bisa stabil dan inflasi bisa tertekan,” imbuhnya.

​Melalui program ketahanan pangan ini, Risvandika berharap kebutuhan cabai lokal dapat terpenuhi secara mandiri. Targetnya adalah mendukung petani dalam mengelola lahan, meningkatkan hasil panen, dan mengendalikan harga pangan, sehingga target inflasi pada akhir tahun 2025 dapat tercapai.

​“Dengan adanya program ini, kurang lebih dua sampai tiga bulan ke depan kita bisa produksi cabai mandiri,” terang Risvandika. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.