TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Pengurus PWI Bangka Selatan menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (13/9/2025).
Pada Sabtu siang kemarin pengurus PWI Basel menyampaikan materi tentang “Bijak Berliterasi Digital”.
Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan menyebut, kejahatan media sosial dan judi online menjadi salah satu isu besar yang mengancam masyarakat Indonesia.
“Karena terjebak informasi hoaks di media sosial, banyak warga Babel yang menjadi korban perdagangan orang di Myanmar,” kata Dedy.
Untuk itu, Dirinya mengingatkan kader muda Ansor Basel untuk bijak bermedia sosial dan tidak terjebak judi online.
Ia juga menyinggung kasus bullying di Basel yang cukup menghebohkan Bangka Belitung bahkan hingga nasional.
“Bullying merupakan masalah serius karena merusak kesehatan mental dan emosional korban, serta dapat membentuk karakter negatif pada pelaku,” terang Dedy.
“Mari kita tunjukkan empati, toleransi, serta saling menghargai untuk menjauhi perundungan di lingkungan kita.
Sementara itu, Kabid Pendidikan PWI Basel, Ilham Bom Bom memaparkan materi literasi digital.
Menurut Bom Bom, saat ini PWI terus mendukung program literasi Pemkab Basel dengan memberi ruang media bagi masyarakat untuk berkarya melalui tulisan.
“Di PWI Basel, kami ada program kelas literasi dan PWI Goes to School. Di sini kami memberi ruang kreasi bagi masyarakat untuk menyampaikan rilis berita serta karya sastra. PWI terus mendukung program literasi agar budaya baca tulis di Basel terus meningkat,” ujar Bom Bom.
Terpisah, Ketua GP Ansor Basel, Findra mengatakan kegiatan PKD yang dikuti peserta dari beberapa kecamatan di Basel, dilaksanakan selama 3 hari pada 12-14 September 2025.
“Salah satu materi yang kami sampaikan adalah tentang literasi digital. Harapan kita semua tentu kader-kader muda Ansor akan bijak bermedia sosial serta mendukung budaya literasi,” tutupnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.