Proyek Gedung BPS Basel Terancam Putus Kontrak dan Black List

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Proyek Pembangunan Gedung Kantor BPS Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bakal terancam putus kontrak atau blacklist.

Proyek pembangunan gedung baru milik BPS tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran pusat. Dimana untuk penyedianya itu dimenangkan oleh perusahaan CV Difanni Jaya Mandiri asal Kepulauan Riau dengan anggaran Rp. 2.550.000.000,00.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung BPS Basel, Dayat menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pengerjaan perpanjangan penambahan waktu yang kedua yakni 40 hari.

“Untuk perpanjangan pertama yakni meminta 50 hari dengan progres 65 persen, tetapi kembali meminta lagi perpanjangan waktu kedua sebanyak 40 hari dengan progres 80 persen,” kata Dayat saat ditemui dilokasi proyek pada Selasa (5/3/2024) siang.

Dirinya menjelaskan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali memberikan teguran ke pihak kontraktor mengenai Pembangunan Gedung BPS yang molor.

“Tetapi sepertinya memang ada permasalahan pada kontraktor sehingga pekerjaan ini sedikit molor,” sebutnya.

“Namun, pihak kontraktor menyebutkan tetap akan berusaha menyelesaikan pembangunan gedung ini sesuai dengan permintaan penambahan waktu 40 hari tersebut,” kata dia.

Dikatakan Dayat, Bahwa tanggal 19 Maret 2024 ini masa perpanjangan kedua 40 hari itu segera berakhir. Artinya jikalau tidak selesai maka bisa dipastikan proyek tersebut putus kontrak.

Pada pengerjaan proyek ini denda tetap berjalan, yakni sebesar Rp. 2.550.000,- perhari, yang mana denda tersebut berdasarkan aturan yang telah ada dan keterlambatan penyelesaian.

Tetapi, apabila pekerjaan tersebut belum selesai juga hingga penambahan waktu maka akan dilakukan pemutusan kontrak.

“Sanksinya adalah denda yang terus berjalan serta kalau tidak selesai maka kita akan memutuskan kontrak tersebut,” tegasnya.

Dikatakannya, apabila terjadi pemutusan kontrak karena tidak selesai jadi kemungkinan pembangunan gedung tersebut tetap dilakukan, tetapi tidak di tahun ini karena anggarannya tidak ada.

Sudah pasti pembangunan akan di jadikan prioritas kembali pada anggaran tahun 2025 mendatang, selain itu kendalanya juga pada bahan baku yang dipakai seperti kusen dari aluminium harus di beli dari luar, serta keluhan kontraktor juga pada pencairan dananya.

“Kita berharap pembangunan gedung ini bisa selesai tepat waktu, dengan progres saat ini memang hampir mencapai 80 persen,” pungkasnya. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.