Penulis : Feby Octavian S.IKom. Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Bangka
BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Sebagai bagian dari generasi muda di Kabupaten Bangka, saya meyakini satu hal: apatis terhadap politik sama dengan menyerahkan masa depan daerah kepada orang lain tanpa perlawanan. Politik bukan hanya urusan elite, tetapi ruang penentuan kebijakan yang dampaknya paling besar justru dirasakan oleh anak muda hari ini dan generasi setelahnya.
Di Bangka, kita hidup berdampingan dengan berbagai kebijakan pemerintah daerah yang langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari. Mulai dari pengelolaan sumber daya alam seperti timah, kebijakan pembangunan wilayah pesisir, hingga program peningkatan ekonomi masyarakat. Semua keputusan itu lahir dari proses politik, dan ironisnya, sering kali minim keterlibatan anak muda.
Sebagai aktivis muda, saya melihat masih banyak persoalan yang perlu dikawal bersama. Isu pascatambang yang belum sepenuhnya menyentuh keberlanjutan lingkungan, terbatasnya ruang kerja bagi lulusan muda, hingga tantangan UMKM lokal yang belum optimal mendapat dukungan kebijakan. Jika anak muda hanya menjadi penonton, maka kebijakan akan terus berjalan tanpa perspektif generasi yang paling terdampak.
Anak muda Bangka memiliki potensi besar dalam menghadirkan gagasan segar. Kami terbiasa dengan teknologi, memahami dinamika ekonomi kreatif, dan peka terhadap isu keadilan sosial serta lingkungan. Sayangnya, potensi ini sering tidak terhubung dengan ruang-ruang pengambilan kebijakan karena minimnya keberanian untuk terlibat politik secara sadar.
Berpolitik tidak harus selalu identik dengan perebutan jabatan atau masuk dalam lingkaran kekuasaan. Bagi aktivis muda, politik adalah keberanian untuk bersuara, mengkritisi kebijakan publik, dan mengorganisir gerakan sosial secara bermartabat. Politik adalah upaya memastikan pemerintah daerah tetap berada di jalur kepentingan rakyat, bukan sekadar kepentingan kelompok tertentu.
Pemerintah daerah Kabupaten Bangka sejatinya membutuhkan mitra kritis dari kalangan muda. Kritik yang disampaikan dengan data, argumentasi, dan solusi justru akan memperkuat kualitas kebijakan publik. Tanpa kontrol dari masyarakat—termasuk anak muda—kekuasaan rentan kehilangan arah.
Sudah saatnya anak muda Bangka keluar dari zona nyaman dan berhenti menganggap politik sebagai sesuatu yang kotor dan menakutkan. Politik akan selalu ada, dengan atau tanpa keterlibatan kita. Perbedaannya, ketika anak muda hadir, politik bisa menjadi alat perubahan. Ketika anak muda absen, politik berpotensi menjauh dari kepentingan generasi masa depan.
Sebagai aktivis muda, saya percaya bahwa masa depan Kabupaten Bangka tidak boleh ditentukan oleh sikap diam. Keterlibatan politik yang cerdas, kritis, dan beretika adalah tanggung jawab moral anak muda hari ini demi Bangka yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.