AIRGEGAS, ERANEWS.CO.ID – Para petani di Desa Pergam menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada dua wakil rakyat, Rusi (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan/Basel) dan Rina Tarol (Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung/Babel).
Keduanya turun langsung meninjau kondisi hulu Sungai Kemis pada Rabu (8/10/2025), wilayah yang rusak parah diduga akibat aktivitas perambahan liar hutan oleh perusahaan tanpa izin.
Manager Brigade Pangan (BP) di Sawah Pergam, Sandi, mengatakan kehadiran kedua wakil rakyat tersebut telah memberikan harapan baru bagi petani.
”Alhamdulillah, dengan hadirnya langsung Pak Rusi dan Ibu Rina, mereka bisa lihat sendiri kondisi sebenarnya di lapangan. Tidak ada lagi yang dibuat-buat, semua nyata di depan mata,” ujar Sandi.
Menurutnya, langkah ini krusial agar semua pihak mengetahui parahnya kondisi hulu Sungai Kemis yang merupakan sumber air utama bagi sawah petani di Pergam dan Serdang yang sudah terambah.
”Hari ini mereka lihat sendiri bagaimana rusaknya hulu sungai dan daerah resapan air. Kami berharap ini menjadi awal langkah nyata [pemerintah],” tegasnya.
Sandi mengungkapkan, dalam kegiatan peninjauan yang juga dihadiri oleh Tim DLHK Provinsi dan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkab Basel, Pemerintah Kabupaten menjanjikan penyelesaian masalah dalam waktu satu minggu ke depan. Namun, masyarakat berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan.
”Kita lihat saja janji Pemkab seminggu ke depan akan diselesaikan dan kita tunggu saja, jangan sampai janji palsu terus. Kami juga sudah capek undang sana undang sini, tapi realita di lapangan tidak ada ketegasan,” katanya.
Bahkan, Sandi mengancam jika masalah ini lagi-lagi tanpa kejelasan, para petani akan mengembalikan seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan untuk petani sawah kepada Pemerintah. Ini berarti mereka tidak akan lagi menggarap sawah yang tengah didorong oleh Pemerintah pusat dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
”Sekali lagi, kami sangat berterima kasih karena masih ada wakil rakyat yang peduli dengan kondisi kami di bawah. Mereka datang bukan hanya mendengar laporan, tapi langsung melihat sendiri,” tuturnya.
Ia berharap, hasil peninjauan yang merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Provinsi Bangka Belitung ini segera direspons dengan tindakan nyata dari pemerintah daerah dan pihak berwenang.
”Kami hanya ingin sawah kami kembali aman, air untuk pengairan terjaga, dan tidak ada lagi perusahaan yang merusak hulu sungai. Itu harapan kami sebagai petani,” terangnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.