PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID – Tren permohonan dokumen perjalanan di wilayah Bangka menunjukkan perubahan signifikan pada awal tahun 2026. Masyarakat kini terpantau jauh lebih meminati paspor elektronik (e-paspor) dibandingkan paspor biasa.
Berdasarkan laporan capaian kinerja Triwulan I yang dirilis Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Jumat (10/4/2026), tercatat sebanyak 2.826 paspor telah diterbitkan selama periode Januari hingga Maret. Dari angka tersebut, mayoritas atau sebanyak 2.535 pemohon memilih paspor elektronik, sementara paspor biasa hanya tercatat sebanyak 291 pemohon.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi, menjelaskan bahwa fenomena ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kemudahan teknologi dan aksesibilitas internasional yang ditawarkan oleh paspor elektronik.
”Minat masyarakat terhadap paspor elektronik sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengedepankan aspek modern dan akuntabel sesuai slogan PRIMA,” ujar Ahmad di Aula Kantor Imigrasi Pangkalpinang.
Tak hanya sekadar melayani pemohon di kantor, Imigrasi Pangkalpinang juga memperkuat strategi “jemput bola” untuk menjangkau warga yang tinggal jauh dari pusat kota. Dua inovasi unggulan, yakni Eazy Passport dan Pasir Kuarsa (Pelayanan Keimigrasian Keluar Masuk Desa), menjadi ujung tombak pelayanan tahun ini.
”Kami ingin memastikan bahwa pelayanan keimigrasian tidak hanya berpusat di kantor, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat desa di wilayah Bangka melalui inovasi Pasir Kuarsa,” tambah Ahmad.
Meski fokus pada kemudahan layanan, fungsi pengawasan tidak kendur. Dalam kurun waktu yang sama, pihak Imigrasi terpaksa melakukan penolakan terhadap 12 permohonan paspor yang dianggap tidak memenuhi syarat atau terindikasi memberikan keterangan tidak benar.
Selain itu, pengawasan di pintu masuk negara juga diperketat. Sebanyak 1.179 orang pelintas di empat Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), mulai dari Pangkalbalam hingga Terminal Khusus PT Timah Muntok, telah melalui pemeriksaan clearance yang ketat.
Dengan capaian di triwulan pertama ini, Ahmad menegaskan target besar instansinya untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
”Target kami di 2026 adalah menghadirkan birokrasi yang bersih dan ramah. Kami juga terus bersinergi dengan Tim PORA di setiap kabupaten/kota untuk pengawasan orang asing dengan pendekatan yang humanis,” tutupnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.