PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Kepengurusan PC GP Ansor Pangkalpinang, Wahyu Gusna menggelar konfrensi pers terkait polemik internal yang terjadi ditubuh banom NU tersebut.
Wahyu Gusna menegaskan jika Secara Defacto Wahyu Gusna sah sebagai Ketua Ansor Pangkalpinang dengan dukungan 7 PAC Ansor yang ada di 7 Kecamatan Pangkalpinang.
Meski begitu Wahyu mengaku hingga sampai saat ini 7 pengurus anak cabang (PAC) yang terbentuk belum diterbitkan SK dari PW GP Ansor. Padahal dikatakan Wahyu, SK PAC tersebut sebelumnya telah 3 kali pernah di ajukan di tahun 2019 ke PW GP Ansor Babel.
Dirinya mensinyalir ada upaya sabotase oleh pihak PW GP Ansor, bahkan muncul SK kepengurusan PC GP Ansor dengan nama sahabat Ansor lain. Menurut Wahyu Gusna, cara yang di lakukan Dr Masmuni Mahatma yang saat ini tinggal di Bandung dan bekerja di UIN Sunan Gunung Djati telah memecah belah Kader Ansor di Pangkalpinang dan Belitung sudah tidak sesuai dgn Norma dan Adat Bangka Belitung. Dan tidak sesuai dgn Adab sebagai Nahdliyin.
“Sabotase ini dilakukan Ketua PW bukan sekali ini saja, bahkan beberapa kegiatan kaderisasi pernah di sabotase beliau pernah meminta pemilik tempat untuk menfasilitasi kegiatan PC GP Ansor Pangkalpinang dimasa saya,” ungkapnya.
Wahyu mengatakan pada tanggal 1 Desember 2021 sudah menghadap ke Kantor PP GP ANSOR bertemu Korwil PP GP Ansor Wilayah Sumatera Sahabat Sofiwi atas Rekomendasi Sekjen PP Ansor Sahabat Adung Abdurahman menyampaikan berkas untuk ke dua kalinya dan membeberkan fakta yang terjadi selama ini di Bangka Belitung khususnya di Ansor Pangkalpinang. Termasuk surat Penolakan dari Kader dan Dewan Penasehat yang namanya di Klaim dan di masukkan dalam SK oleh Masmuni Mahatma.
“Saya sudah bertemu dengan korwil sumatera, menjelaskan duduk persoalan yang terjadi. Dan PP sudah merespon perpanjangan SK PC GP Ansor Pangkalpinang yang di ajukan oleh Wahyu Gusna,” tukasnya.
(Ril)















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.