*Pelatihan Bersama Mahasiswa KKN-T UBB Desa Payung
* Sumber : Dok Pribadi Ayu pertiwi (Universitas Bangka Belitung)
BANGKA BELITUNG, ERANEWS.CO.ID — Pakan ternak menjadi komponen penting dan perlu perhatian khusus oleh pelaku peternak agar dapat mencapai hasil ternak yang berkualitas.
Namun besarnya biaya pakan sendiri merupakan suatu tantangan besar. Untuk masalah ini, Bapak Dikam selaku salah satu peternak di desa Payung memanfaatkan ketersediaan hijauan alami seperti sisa limbah kulit singkong dan rumput gajahgajah.
Pada hari senin, 23 September 2024, tim Mahasiswa KKNT UBB desa Payung, Bangka Selatan melakukan kegiatan pelatihan dari salah satu narasumber yakni Pak Dikam sebagai salah satu warga desa Payung yang ahli di bidang peternakan dengan segala prestasinya. Dalam kegiatan ini mahasiswa KKN-T UBB turut serta membantu proses pembuatan pakan fermentasi untuk ternak sapi dengan menggunakan segala bahan-bahan yang sudah disiapkan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pakan fermentasi organik dalam upaya mengurangi persentase kebutuhan biaya yang lebih besar dan mendukung inovasi pembuatan pakan berbasis pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Pemberian bahan pakan sendiri akan mempengaruhi kualitas pertumbuhan ternak. Dari fermentasi pakan yang dilakukan memiliki kelebihan tidak hanya meningkatkan kualitas nutrisi pada bahan pakan tersebut tetapi juga bersifat tahan lama mengingat pakan fermentasi ini merupakan proses yang melibatkan mikroba atau perubahan struktur enzim mikroorganisme yang membuatnya dapat disimpan dengan jangka waktu lebih lama.
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan fermentasi rumput gajah yaitu bungkil sawit 1kg, dedak padi 3 kg, EM4 150ml, molase (tebu) 250ml, garam 3 kg.
Kemudian campurkan semua bahan menjadi satu hingga merata dan setelah tercampur dimasukkan kedalam drum atau tong besar yang kemudian ditutup rapat-rapat hingga tidak ada udara yang masuk.
Selain itu, berbeda dengan fermentasi rumput gajah sebelumnya, pembuatan fermentasi dari sisa kulit singkong atau yang biasa disebut onggok basa yakni merupakan hasil sisa/limbah gilingan singkong yang dimana digunakan sebanyak 200 kg.
Adapun bahan-bahan tambahan lainnya yaitu bungkil sawit 3 kg, dan dedak padi 3 kg, campuran air bersih dan molase sebanyak 250ml, EM4 150ml, mineral, garam 3kg. Semua bahan dicampur, kemudian dimasukan kedalam drum serta ditutup rapat dengan terpal (kedap udara). Bahan yang telah tercampur didiamkan selama minimal 3 minggu atau lebih, sehingga hasil pakan dapat maksimal.
Pada akhir sesi kegiatan, bapak Dikam, sebagai salah satu peternak desa Payung mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN-T UBB atas antusiasnya dalam membersamai proses pembuatan pakan fermentasi ini dan diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menjadi alternatif solusi yang bermanfaat bagi peternak lainnya.
(*)




















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.