TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Sejumlah Nelayan Dusun Gusung, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengeluhkan jeleknya sistem pembuangan limbah yang diduga dilakukan perusahaan tambak udang yang berada di dusun setempat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu perwakilan Nelayan Jibur yakni Sopian Hadi (43) saat ditemui di lokasi pada Selasa (21/5/2024).
Menurutnya, limbah perusahaan tambak udang yang di buang ke laut tersebut merupakan daerah mata pencaharian nelayan pesisir, baik dengan menyungkur ataupun menjaring.
“Jadi atas kejadian dugaan pembuangan limbah ke laut oleh salah satu tambak udang di Gusung ini membuat pihak nelayan disini benar – benar geram dibuatnya,” kata dia.
“Kami juga sangat kesal dengan perbuatan perusahaan ini, pasalnya setiap mereka panen kami tidak pernah mendapatkan ikan karena limbah ini,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, pihak nelayan juga sudah pernah melaporkan pembuangan limbah ini ke Pemdes tetapi tanggapan pemdes hanya bilang ‘OK’ saja, sekarang buktinya mana kalau mereka ada bergerak.
Masih kata Sopian Hadi, bahwa kawasan pantai Jibur ini juga termasuk menjadi destinasi wisata masyarakat sekitar dusun maupun desa rias, namun kalau airnya berbau, apalagi ini airnya menghijau disekitaran kawasan pembuangan limbah masyarakat pun semakin malas untuk mendatangi pantai ini.
“Pantai Jibur ini bukan hanya tempat nelayan mencari ikan, tetapi pantai ini menjadi destinasi wisata masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dirinya menuturkan, biasanya hasil nelayan pesisir ini sekitar 10 – 20 Kilogram sekali turun menjaring ataupun menyungkur, tetapi sekarang ini malah tidak ada hasil sama sekali dan sudah tiga hari keadaannya seperti ini.
“Sangat anjlok sekali penghasilan nelayan kami gak tahu lagi harus seperti apa, setiap kali mereka (tambak udang red) panen kami kesusahan sekali,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dulu pihak perusahaan berjanji kalau limbah ini akan di olah di Ipal lalu di sterilisasi kan dan kenyataannya bisa di lihat sendiri seperti apa.
Namun, pagi tadi pihaknya mengecek masih sama keadaannya air di dalam kolam Ipal masih kotor dan tidak lama dari itu kemungkinan di isi kembali dengan air serta bangkai udangnya juga sudah di kubur, keadaannya tidak ada limbahnya.
“Kami cuma berharap agar permasalahan ini ada solusinya, kami ini cuma nelayan kecil sumber penghasilan juga hanya dari menjaring ikan serta menyungkur, mohon kepada Pemkab Basel untuk segera di tindak lanjuti bukan hanya diam saja,” harap Sopian Hadi. (EraNews/Lew)
Nelayan Dusun Gusung Keluhkan Limbah Tambak Udang yang di Buang ke Laut














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.