TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) di kawasan Black Jack, Toboali.
Langkah ini merupakan upaya jemput bola strategis untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di kalangan kelompok berisiko tinggi.
Kepala DKPPKB Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa melalui Kabid Pencegahan, Slamet Wahidin, pada Selasa (25/11/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada populasi kunci, terutama wanita pekerja seks (WPS) yang beroperasi di lokasi tersebut.
Dalam kegiatan mobile VCT ini, petugas kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap 41 WPS. Pemeriksaan menggunakan metode rapid test (tes cepat) yang tidak hanya mencakup HIV, tetapi juga Infeksi Menular Seksual (IMS) serta sifilis.
“Kegiatan ini dalam rangka upaya deteksi dini, pencegahan dan pengendalian HIV,” ujar Slamet.
Menjunjung tinggi standar pelayanan kesehatan, hasil pemeriksaan tidak diumumkan secara terbuka. Petugas menjamin kerahasiaan pasien dan akan menyampaikan hasil secara individual kepada masing-masing peserta dalam waktu dekat. Slamet Wahidin menekankan pentingnya deteksi cepat.
“Karena semakin cepat dideteksi, maka akan semakin cepat pula dilakukan tatalaksana HIV,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa penanganan medis yang cepat dapat menekan risiko penularan HIV dan IMS lainnya.
Edukasi dan Antusiasme Tinggi
Selain pemeriksaan, mobile VCT juga mengusung misi perubahan perilaku bagi masyarakat dengan risiko tinggi. Petugas kesehatan memberikan edukasi, konseling, dan pemahaman tentang pentingnya perilaku seksual aman di lapangan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjangkau titik-titik lain yang berpotensi tinggi risiko penularan. Menariknya, antusiasme kelompok sasaran terhadap program ini tergolong tinggi.
Slamet menyebutkan bahwa populasi kunci yang terlokalisir seperti di tempat hiburan justru menunjukkan kesadaran yang baik akan kesehatan.
“Untuk populasi kunci yang terlokalisir seperti di tempat hiburan, justru antusias mereka cukup tinggi. Karena mereka sudah sadar bahwa kesehatan jauh lebih utama,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengambil langkah proaktif ini menyusul catatan Dinas Kesehatan setempat yang menunjukkan tingginya angka HIV di wilayah tersebut. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.