Oleh : Aida Rahma Nur Aisyah Sidik Sosiologi
5012111002
ERANEWS.CO.ID — Kajian film tentang relasi kuasa menjadi suatu area penelitian yang mendalam dan kompleks dalam analisis audio visual. Film tidak hanya merupakan medium hiburan, tetapi juga mencerminkan dan membentuk dinamika kekuasaan dalam masyarakat.
Analisis ini mengeksplorasi bagaimana film menyajikan, mereproduksi, atau meresistensi kuasa melalui elemen-elemen seperti naratif, citra visual, dan penggunaan suara.
Sebuah film seringkali menjadi wadah untuk merefleksikan hierarki sosial, politik, dan ekonomi. Penelitian ini melibatkan pengamatan terhadap karakter, konflik, dan resolusi dalam naratif film untuk mengidentifikasi dinamika kekuasaan yang tersembunyi atau termanifestasi secara eksplisit.
Selain itu, analisis terfokus pada bagaimana film menggambarkan struktur kekuasaan dalam hubungan interpersonal, institusional, atau bahkan internasional.Aspek visual dalam film, seperti sinematografi, tata rias, dan desain produksi, juga dapat berperan penting dalam menciptakan atmosfer kekuasaan.
Pencahayaan yang dramatis,
pemilihan warna yang simbolis, atau penggunaan simbol visuall seperti simbol-simbol kekuasaan, dapat memperkuat pesan-pesan terkait relasi kuasa.
Sejalan dengan itu, film-film tertentu dapat menjadi instrumen resistensi terhadap
ketidaksetaraan atau penindasan. Kajian film tentang relasi kuasa juga memperhatikan
bagaimana beberapa karya cinematik dapat mempertanyakan norma-norma sosial dan
menantang struktur kekuasaan yang ada.
Melalui analisis ini, kita dapat memahami lebih dalam bagaimana film bukan hanya sebagai
hiburan semata, tetapi juga sebagai medium yang merefleksikan, mereproduksi, atau bahkan meresistensi relasi kuasa dalam masyarakat yang kompleks. Dalam film yang akan dibahas pada sesi sangat jelas terlihat bahwa sang pemilik cerita ingin kita berfikir keras mengenai pesan yang disampaikan melalui film ini.
Penyalin Cahaya atau Photocopier merupakan film yang mengisahkan perjuangan keras
seorang mahasiswi bernama Suryani dalam mengungkapkan kebenaran di balik permasalahan yang menimpa dirinya. keanehan dimulai selepas diadakannya malam pesta perayaan kemenangan Teater Matahari di rumah Rama, sang penulis naskah dari teater tersebut.
Foto selfie Suryani yang sedang mabuk pun tersebar di media sosial dan membuat dirinya
kehilangan beasiswa kuliah. Suryani, tidak ingat dengan detail foto tersebut. Suryani
bersikukuh untuk mencari tahu lebih jauh dengan bantuan dari temannya yang berprofesi sebagai tukang fotokopi, yaitu Amin.
Keadaan itu pun membuat Suryani diusir dari rumah oleh ayahnya karena dianggap telah
merusak nama baik keluarga. hal ini membuatnya semakin berusaha keras untuk membuktikan keyakinannya mengenai fakta bahwa ia adalah korban pelecehan seksual. keanehan yang datangan semakin memperkuat dugaan Suryani bahwa memang telah terjadi sesuatu kepada dirinya di malam itu. bermodal bukti minim yang ia miliki, Suryani terus bergerak untuk menyelidiki secara mendalam.
Malangnya, tidak ada yang percaya cerita Suryani. Banyak yang menganggap bahwa perkataan Suryani hanya bualan semata. Namun demikian, Suryani tetap memimpikan keadilan terhadap dirinya dan korban yang lain. Berawal dari situlah, ia pun menyerahkan bukti-bukti kepada dewan kode etik kampus untuk meminta penyelidikan.
Namun, sang pelaku yang secara kuasa
lebih kuat, membuat posisi Suryani semakin terpojokkan dan hampir tidak memiliki harapan lagi. Ketikan dirasa tidak bisa melakukan apapun lagi, Suryani pun menuruti permintaan sang pelaku untuk melakukan penjelasan dan membuat permintaan maaf secara terbuka, yang menyatakan bahwa semua tuduhan tersebut hanyalah kebohongan belaka.
Disinilah bentuk relasi kuasa yang sangat terlihat. Melalui hal itu korban benar-benar hampir kehilangan hidupnya akibat adanya memihakan kepada pelaku.
Kisah ini tak usai begitu saja, pada akhirnya Suryani mendapatkan dukungan dari dua orang yang terlibat di teater tersebut, yang juga merupakan korban. Ketiganya pun berupaya untuk terus mengumpulkan bukti, sayangnya hal buruk pun kembali terjadi.
Meskipun demikian, mereka tidak mengenal kata menyerah. Suryani tetap teguh pada pendiriannya yang sangat ingin mengungkapkan fakta demi mendapatkan keadilan.
Dengan iming-iming yang terus dilakukan guna menutup kasus yang telah menimpa suryani terus berjalan. Namun tekat dan harapan untuk membersihkan nama baik suryani tetap kokoh
dan tidak terguncang.
Sampai segala cara untuk membuat suryani menyerah terhadap kasus yang menimpanya juga terus dilakukan oleh rama. Tetapi pada akhirnya meskipun keluarga rama memiliki kedudukan sosial yang tinggi tetap saja bahwa kebenaran tetap pemenangnya.
(*)




















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.