Mantan Direktur RSUD Basel Jadi Korban Pengeroyokan, Salah Satu Pelakunya Diduga Oknum Polisi

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID –
Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa mantan Direktur RSUD Bangka Selatan, dr. Fauzan, kini memasuki babak baru. Aksi kekerasan yang terjadi pada Sabtu (14/2/2026) tersebut diduga dilakukan oleh lebih dari dua orang, di mana salah satu terduga pelaku merupakan oknum anggota Polri.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, mengonfirmasi bahwa oknum polisi yang diduga menjabat sebagai Ajudan Bupati Bangka Selatan (ADC) saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polda Babel di Mapolres Bangka Selatan.

“Benar yang bersangkutan adalah ajudan atau ADC (Aide-de-camp). Saat ini sudah di Polres Basel menjalani pemeriksaan” kata Agus Arif.

Sedangkan dua terduga pelaku lainnya, kata Agus Arif, masih dalam pengejaran.

“Dua orang masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Kemudian Agus Arif menjelaskan, kejadian ini bermula ketika terlapor mendatangi pelapor untuk menanyakan utangnya yang sudah lama belum dibayar oleh pelapor, hingga terjadi cekcok dan berujung penganiayaan,” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi di depan anak, istri dan orang tua korban. Salah seorang terduga pelaku dikabarkan sempat mengeluarkan pistol.

Sementara Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, Minggu siang, membenarkan peristiwa tersebut.

“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Toboali. Salah seorang terduga pelaku adalah oknum Polri,” ujar Agus.

Agus mengatakan, peristiwa ini sudah dilaporkan dr Fauzan ke Polres Bangka Selatan. Namun, karena ada dugaan keterlibatan oknum Polri, maka kasus ini juga ditangani Propam Polda Babel.

“Terkait dugaan keterlibatan oknum Polri sudah ditangani Propam Polda. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan. Jika terbukti melanggar maka akan diambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan,” ujar Kombes Pol Agus.

Mengenai motif terjadinya peristiwa tersebut, Agus mengatakan diduga saat pembahasan mengenai pelunasan utang, tidak ditemukan kesepakatan sehingga terjadi perselisihan atau cekcok mulut.

“Terjadi kontak fisik di mana korban diduga melakukan pemukulan terlebih dahulu kepada terlapor,” ujarnya.

Kemudian Agus menjelaskan bahwa situasi di TKP karena ada keributan tersebut memancing kehadiran warga sekitar yang membawa balok kayu.

“RD kemudian membubarkan massa dan memerintahkan warga untuk tidak ikut campur, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi,” kata Agus.

Kabid Humas Polda Babel meminta semua pihak menahan diri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke kepolisian.

“Kalau laporan ke Polda belum ada, kita tunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada dr. Fauzan.(EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.