BELINYU, ERANEWS.CO.ID — Pergerakan peredaran gelap narkoba kian hari semakin sulit terdeteksi oleh masyarakat maupun pihak berwenang. Begitu juga beragam macam cara dan modus peredarannya dari luar negeri hingga masuk ke Indonesia.
Tak ayal, hal tersebut berdampak langsung atas tingginya tingkat penyalahgunaannya disemua kalangan termasuk pelajar. Peran serta masyarakat tak sekedar melihat dan mendengar informasi yang beredar terkait keberadaan narkoba sekaligus para pengedarnya.
Namun, dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini yang intens lebih efektif dilakukan ditengah masyarakat khususnya tenaga pendidik dalam memantau gerak gerik para pelajar di sekolah. Bahkan prevalensi tingkat penyalahgunaan narkoba dilingkungan sekolah pun tergolong tinggi setelah kategori pengangguran.
Untuk itu, peran serta tenaga pendidik di sekolah dituntut untuk lebih ekstra dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada anak didik.
Sebagai langkah dan tindak lanjut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka sigap untuk memperluas jaringan dan mitra dalam mencegah terjadinya lonjakan angka penyalahgunaan narkotika dilingkungan pendidikan khususnya di kabupaten Bangka.
Melalui seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), BNNK Bangka menggelar kegiatan asistensi dilingkungan pendidikan. Asistensi tersebut melibatkan 30 tenaga pendidik yang berasal dari utusan perwakilan sekolah tingkat dasar hingga atas.
Dan kegiatan itu digelar di Gedung Serba Guna Krida Stannia Belinyu berlangsung selama dua hari sejaka tanggal 09 September sampai 10 September 2020 dengan melibatkan para guru sebagai garda terdepan di sekolah.
BNNK Bangka menggelar kegiatan itu sebagai upaya pembinaan masyarakat anti narkoba di lingkungan pendidikan khususnya di kecamatan Belinyu yang dinilai rawan dan masuk zona merah peredaran gelap narkoba.
Para peserta asistensi pun dibekali dengan 6 orang pemateri sebagai pembekalan dan pemantapan yang nantinya akan menjadi relawan anti narkoba di kecamatan Belinyu.
Para pemateri yang andil memberikan bekal kepada para calon relawan anti narkoba itu adalah Kepala BNNK Bangka Eka Agustina, Kasi P2M Abdul Manan, Penyidik Berantas BNNK Bangka M. Manfaluthfi Riyadi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga kabupaten Bangka Rafizi, bahkan Kepala Puskemas Sungailiat dr. Rudiyanto dan Kepala Subseksi Tindak Pidana Umum dan Khusus Cabjari Belinyu RM. Yudha Pratama pun tutur dilibatkan dalam membekali para peserta asistensi.
Kepala BNNK Bangka, Eka Agustina mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya menyebarluaskan jaringan BNNK Bangka dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika khususnya di sekolah yang ada di kecamatan Belinyu.
Dan menurutnya, bahwa tingkat penyalahgunaan narkoba yang menjadikan para pelajar sebagai korban adalah suatu kondisi yang harus segera ditangani secara serius.
Oleh sebab itu kata Eka, dengan situasi dibeberapa daerah di wilayah Indonesia dirinya menyayangkan banyaknya pelajar yang harus terhenti proses pendidikannya dikarenakan menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
“Pada kesempatan ini kepada para peserta asistensi yang merupakan para guru, untuk membina dan membimbing para korban penyalahgunaan narkoba yang masih berstatus sebagai pelajar. Jika ada temuan kasus seperti itu agar pihak sekolah mengedepankan musyawarah dengan keluarga pelajar untuk dilakukan rehabilitasi,” ucapnya.
Oleh karenanya ketika proses pemulihan dengan program rehabilitasi para pelajar yang menjadi korban penyalahgunaan dapat tetap menjalankan haknya menimba ilmu dan melanjutkan sekolah bukan dikeluarkan dari sekolah.
“Seorang penyalahguna narkoba adalah korban yang harus kita bantu secara masif dan intens. Apalagi korbannya seorang pelajar dan dibawah umur. Buang jauh-jauh paradigma penyalahguna adalah aib, tentu itu pola pemikiran yang keliru. Kita bantu dan bina para korban penyalahguna, bukan dibinasakan,” tegas dia.
(eranews/3s)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.