Komunitas Babel Doodle Art dan Pustaka Literasi Babel Wadah Salurkan Hobi dan Emosi

PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Pandemik virus Corona sudah sebulan lebih memaksa dunia pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar dari rumah maupun kegiatan literasi lainnya. Tentu hal ini membuat siswa, khususnya masyarakat Bangka Belitung baik itu dikalangan muda, remaja maupun tua.

Doodle art merupakan teknik membuat gambar dengan cara mencoret dan menggabungkan aneka pola gambar yang terlihat abstrak. Namun terlihat unik dan menarik karena dikemas dengan nuansa sains sehingga menghasilkan satu kesatuan gambar.

Ternyata kegiatan mencorat-coret tidak melulu membuang-buang waktu. Bahkan sebuah coretan bisa menjadi sesuatu yang indah dan bermakna.

Tia, ketua Bangka Belitung Doodle Art yang bekerja sama dengan Riki selaku ketua literasi Bangka Belitung , hal ini di sela- sela acara Kolektif art yg mengangkat tema literasi dan kreasi seni yang diselenggarakan di Alun-alun Taman Merdeka, Minggu (15/11/20).

“Doodle art juga Biasanya dapat dibuat berdasarkan tema, yakni tema floral, kartun,, hewan yang akan membentuk gambar unik dan juga bisa dikombinasikan dengan lettering,” papar Tia.

Bangka belitung doodle merupakan wadah bagi para pecinta doodle art terkhurusnya di di bangka belitung sendiri untuk berkarya, berekspresi dan membangun kepercayaan diri.

Lebih lanjut dikatakan Tia , tujuan kegiatan berinisiatif mengadakan “kegiatan minat baca gratis,Live art, Pameran Karya, Musikalisasi Puisi dan open donasi buku bacaan di tengah pandemik COVID-19 ini ialah memberi kesempatan generasi muda, khususnya masyarakat dalam berimajinasi, mengasah kreativitas, dan menunjukkan ide-idenya dalam sebuah karya seni.

Untuk kegiatan itu sendiri dihadiri oleh 70 orang peserta ,sempat dihadiri oleh ibu walikota Pangkalpinang yakni ibu Monica,

“Kegiatan juga disponsori oleh Ibu gubernur Bangka Belitung yakni ibu Melati Erzaldi serta beberapa seniman dan sastrawan yang ada dibangka Belitung yang tidak bisa kita sebut kan satu persatu,” kata tia.

Tia juga menambahkan kegiatan ini mendapatkan dukungan dari masyarakat yg berkunjung serta seniman dan sastrawan babel yg hadir pada acara kolektif art hari ini.

“Ketua Babel art sendiri berpendapat bahwa kegiatan tersebut ketika kita ingin melakukan kegiatan literasi tidak harus keperpustakaanbisa saja dilakukan ditempat umum lainnya,”jelas Tia

Bagi Tia, doodling bukan hanya sebagai ajang untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga untuk menyalurkan emosi.

“Misalkan kita lagi dalam keadaan hati yang emosi apalah pokoknya, lagi sedih, lagi apa, kadang aku menuangkanya disitu (doodling)” kata gadis kelahiran Kenanga tersebut,” sebutnya.

Pesan saya untuk dodle art semoga kedepannya bisa membuat gebrakan yang lebih besar lagi dan berdampak positif bagi masyarakat Bangka Belitung saat ini .

Sementara itu, Ketua Literasi Babel, Riki menagatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan umum tidak ada batasan usia siapapun boleh gabung, baik dari seniman Babel dan sastrawan Babel juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Untuk tujuan kegiatan tersebut merupakan kolektif art sendiri bahwa untuk lebih meningkatkan minat baca dan memberikan wadah di khalayak masyarakat umum apalagi sekarang masyarakat Babel mengalami pademi,”Jelas Riki.

(eranews/eq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.