Kisruh Rehab Balai Nelayan, Kajari Basel Temui Nelayan Batu Perahu

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan melakukan pertemuan dengan para nelayan Batu Perahu di Balai Pertemuan Nelayan, Jumat (10/2/2023).

Tampak terlihat Kajari Bangka Selatan Mayasari didampingi Kasi Intelijen Kejari Bangka Selatan, Michael YP Tampubolon, Kasi Pidsus Kejari Bangka Selatan, Zulkarnain Harahap, yang dimana dalam pertemuan dengan para nelayan tersebut membahas terkait rehabilitasi balai nelayan tahun anggaran 2022, yang menurut para nelayan itu tidak sesuai dengan harapan.

“Jadi kedatangan kesini adalah terkait pembangunan balai nelayan, menurut mereka pembangunan balai nelayan ini tidak ada kejelasan apakah sudah selesai apa belum,” ungkap Mayasari kepada wartawan.

Dirinya menjelaskan bahwa para nelayan ini mau ada keterbukaan dari pihak pelaksana.

“Tampaknya ada mis komunikasi saja, jadi kalau lihat volume-volume pekerjaannya sudah cukup, dan saya minta kepada kawan-kawan pelaksana untuk ngepllur lantainya,” sebutnya.

Dikatakan Kajari Bangka Selatan, Mayasari kedepannya itu harus profesional, kalau memang mau bekerja itu harus ada omong-omongnya, ada tulisan kalau sedang melakukan pekerjaan apa.

“Karena masyarakat mengontrol semua, karena itu adalah anggaran negara,” pungkasnya.

Sementara itu Nelayan Batu Perahu, Joni Zuhri menyebutkan bahwa dalam pembangunan rehabilitasi balai nelayan tahun anggaran 2022 ini tidak transparan.

“Waktu itu kita masih bingung, dari satu sisi pihak dinas bilang bahwa pekerjaan ini tidak anggaran, dan di pihak pemborong bilang mereka diutus oleh dinas seolah-olah kita itu di PHP terus,” bebernya.

Kemudian beberapa waktu datanglah Kepala Bidang (Kabid) tersebut mengatakan bahwa pekerjaan ini sudah ada anggaran dengan nilai segini.

“Datanglah Kabid tersebut mengatakan bahwa pekerjaan tersebut sudah ada anggaran dengan nilai segini, dan kita juga bertemu juga dengan pihak pemborong akan tetapi kami meminta duduk bersama-sama dulu, panggil konsultannya kalau masalah Rancangan anggaran Biaya (RAB) bagaimana kita sama-sama artinya terbuka, jangan sampai kerja dulu RAB nyusul dan ujung-ujungnya seperti ini,” ujarnya.

Dikatakan Joni Zuhri bahwa dalam melakukan pekerjaan tersebut main copot, main lepas atau main roboh dulu dan tiba-tiba alasannya itu gak cukup anggarannya.

“Main copot, main lepas dulu dan tiba-tiba alasannya itu gak cukup anggarannya, bagi kita ini kan lucu, yang dimana bangunan yang sudah ada kemudian dibongkar tapi tidak masuk dalam hitungan tentu ini sangat lucu,” ucapnya.

“Makanya kita saat ini belum tahu juga RAB nya terkait misalkan speknya ini, sesuai apa tidaknya kita belum tahu, dan menurut kita pembangunan ini tidak sesuai,” pungkasnya. (EraNews/Leo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.