BANGKA, ERANEWS.CO.ID — Usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Kabupaten Bangka yang menetapkan pasangan Feri Insani dan Syahbudin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2025–2028, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka menggelar rapat evaluasi di Gedung Serba Guna Maras, Pemkab Bangka, Sabtu (25/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka periode 2025–2028, Ardam, memberikan sejumlah catatan dan masukan bagi penyelenggara pemilu, terutama dalam hal transparansi dan akses informasi bagi jurnalis.
“Kami berharap hubungan antara wartawan dan KPU Bangka tidak berhenti setelah pilkada selesai. Ke depan, harus ada kerja sama yang berkesinambungan dan saling menguntungkan,” ujar Ardam usai menerima penghargaan dari KPU Bangka.
Menurut Ardam, selama pelaksanaan pilkada ulang, masih banyak wartawan yang mengalami kesulitan mendapatkan informasi resmi terkait tahapan dan dinamika pemilihan. Ia mengusulkan agar KPU bersama lembaga terkait membentuk sentral informasi terpadu yang dapat diakses media.
“Kalau bisa, dibuat satu ruang informasi terpadu yang melibatkan KPU, Bawaslu, Gakkumdu, dan pihak terkait lainnya. Dengan begitu, wartawan bisa memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi publik sangat berpengaruh terhadap stabilitas politik di daerah. Informasi yang valid dan cepat akan membantu wartawan menyajikan berita yang menyejukkan dan menjaga kondusivitas.
“Wartawan ini punya peran ganda, bisa membuat suhu politik bergejolak atau justru menenangkan. Karena itu, akses terhadap informasi yang benar sangat penting,” tegasnya.
Selain soal akses informasi, Ardam juga menyoroti persoalan anggaran publikasi pilkada yang dinilai masih kurang berpihak pada kebutuhan kerja jurnalistik di lapangan.
“Dana pilkada jumlahnya miliaran, tetapi untuk publikasi rasanya belum cukup mengakomodir teman-teman wartawan. Padahal, peran mereka dalam menyebarluaskan informasi resmi dan mendidik publik sangat krusial,” tutupnya.
Rapat evaluasi yang digelar KPU Bangka ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan insan pers demi terciptanya proses demokrasi yang lebih transparan dan partisipatif di masa mendatang.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.