PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID – Ketua Pimpinan Daerah Indonesia Bekerja (PD Inaker) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aboul A’la Almaududi,SH menyampaikan pandangannya soal Pilkada Ulang 2025 yang akan digelar di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Menurutnya, pesta demokrasi kali ini adalah ruang yang terbuka lebar untuk semua calon. Tidak ada yang benar-benar unggul sejak awal, dan tidak ada pula yang pasti kalah.
“Semua punya kans menang. Tapi syaratnya jelas: harus turun langsung ke rakyat, jangan hanya mengandalkan partai atau simbol-simbol,” kata Aboul, saat ditemui awak media di Pangkalpinang, Kamis siang (26/06/2025)
Aboul yang juga lulusan Hukum Tata Negara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menilai, waktu kampanye yang sangat singkat — hanya sekitar satu bulan — menuntut semua tim untuk fokus pada strategi yang nyata, bukan sekadar pencitraan. Ia menyebut kekuatan partai tetap penting, tetapi tidak cukup tanpa jaringan akar rumput yang bekerja.
“Yang menentukan itu bukan baliho, bukan juga seberapa banyak spanduk. Yang menentukan adalah mata pilih. Rakyat. Kalau gak nyentuh langsung ke masyarakat, ya berat. Sekarang ini masyarakat makin pintar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, Pilkada ulang ini seharusnya tidak diwarnai persaingan yang keras apalagi saling menjatuhkan. Yang lebih penting justru adu gagasan, adu program, dan adu siapa yang paling siap mengurus daerahnya lima tahun ke depan.
“Siapa pun calonnya, tunjukkan program yang masuk akal dan bisa diwujudkan. Rakyat gak lagi cari yang paling ramai, tapi yang paling bisa dipegang omongannya. Politik itu soal kepercayaan,” ucap Aboul yang selama ini dikenal aktif dalam isu-isu kerakyatan dan pendidikan politik pemilih muda.
Menurutnya, kerja keras belum tentu berbanding lurus dengan kemenangan jika tidak disertai arah yang jelas dan pendekatan yang menyentuh hati warga. “Yang aktif belum tentu menang. Tapi yang tahu cara menyentuh masyarakat, itu yang bisa unggul. Karena ujung-ujungnya rakyatlah yang memutuskan,” tutupnya.
Aboul juga mengingatkan, memilih calon kepala daerah jangan hanya karena faktor kedekatan emosional atau hubungan pribadi. Tapi lebih penting memilih berdasarkan kemampuan calon untuk mengakomodir kepentingan rakyat secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa Pilkada ulang ini merupakan momen penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan. “Nasib Pangkalpinang dan Bangka ke depan bukan ditentukan oleh seberapa hebat para kandidat berbicara, tapi oleh seberapa banyak mata pilih yang menggunakan haknya secara sadar dan memilih pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat, bukan yang hanya memikirkan kepentingan dirinya atau golongannya saja,” ujarnya.
Pilkada bukan hanya urusan para elite, tapi milik seluruh rakyat. Semakin banyak masyarakat yang sadar dan berpartisipasi, semakin besar peluang kita mendapat pemimpin yang benar-benar hadir untuk semua.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.