Ketua Fraksi Demokrat DPRD Basel Sidak RSUD



TOBOALI, ERANEWS.CO.ID- Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan, yang juga Ketua Fraksi Demokrat Wendi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (23/8/2022).

Tampak para pegawai RSUD Bangka Selatan kaget, atas adanya kedatangan anggota DPRD yang melihat langsung pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan.

“Jadi begini, sebelumnya ada pemberitaan di grub kami bahwa ada salah satu siswa paskibraka pingsan lalu dibawa ke RSUD Bangka Selatan, terus dari pihak RSUD diminta rujuk ke klinik bakti timah (Pusyandik),” jelas Wendi kepada awak media, Selasa (23/8/2022).

Ia menambahkan, permasalahan itu katanya bahwa oksigen di RSUD itu tidak ada, dan itu menjadi hal yang sangat aneh sekelas RSUD tidak ada oksigen.

“Tentunya sangat lucu, bagiamana RSUD itu bisa dirujuk ke klinik dan disini saya datang langsung ke sini memastikan apakah memang benar memang hal itu terjadi,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari hasil sidak hari ini bahwa memang ada terjadi kesalahan dari pihak RSUD terutama di prosedur penanganan untuk pasien yang di rujuk ke UGD.

“Artinya begini, dokter telah melakukan kesalahan prosedur jadi pasiennya itu belum turun dari mobil ambulans nya, seharusnya pasien itu harus turun dulu UGD nya atau apa diperiksa dulu,” ujarnya.

Dirinya juga menuturkan terkait masalah obat yang tidak ada, itu dikarenakan masalah prosedur juga karena itu harus melalui E-catalog.

“Mudah-mudahan untuk ke depannya tidak ada terjadi seperti ini lagi di RSUD Bangka Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu Miswati salah satu staff di UGD mengatakan terkait kejadian itu, sebenarnya bukan masalah oksigen yang tidak ada akan tetapi ketika itu pasien mau masuk itu ada karena salah satu obat didalam campuran itu neobulizer itu tidak ada.

“Jadi ada salah satu obat yang kosong untuk campurannya neobulizer itu tidak ada, mungkin pemikiran dokter tersebut lebih cepat ditangani ke Pusyandik saja biar mudah cepat tertangani,” paparnya.

Ia mengatakan, dalam hal ini prosedurnya itu pihak rumah sakit mengakui memang salah, seharusnya pasien itu terlebih dahulu diperiksa dulu.

“Karena pemikiran dokter itu menurutnya biar lebih cepat tertangani, biar tidak terjadi apa-apa dengan pasien itu,” ucapnya.

Dikatakan Miswati, terkait terkendala masalah obat yang tidak ada itu adalah hanya obat asma.

“Terkait kesalahan prosedur, pihaknya akan evaluasi untuk kedepannya dan kita juga ada komite medisnya, jadi kita akan evaluasi bersama-sama,” terangnya. (EraNews/Leo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.