TOBOALI, ERANEWS.ID – Menjawab tantangan globalisasi, dunia digital, serta perubahan karakter peserta didik Generasi Z dan Alpha, Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Selatan menggandeng Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Bangka Selatan untuk menggelar Workshop: “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Terintegrasi Pembelajaran Mendalam”.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 27-28 November 2025, dan diikuti dengan antusias oleh ratusan guru PAI se-Kabupaten Bangka Selatan.
Tujuannya adalah memastikan guru PAI mampu menyesuaikan metode pembelajaran, kurikulum, dan kompetensi agar relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini yang akrab dengan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) serta budaya populer.
Kepala Kemenag Bangka Selatan, Karyawan dalam sambutannya menekankan pentingnya guru PAI mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam.
”Indikator guru yang telah mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta adalah cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada negeri dan bangsa,” ujar Karyawan pada Kamis (27/11/2025).
Selain KBC, guru PAI juga didorong untuk menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam proses mengajar, yang harus bersifat berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Rangkaian Materi dan Apresiasi
Workshop ini diisi dengan beragam materi yang relevan untuk peningkatan kompetensi guru. Beberapa narasumber dan topik yang disajikan antara lain:
Pola Pikir Bertumbuh oleh Rangga Apriyanto, S.Pd.
Ruang Belajar PAI oleh Ari Suryanto, M.Pd.
Konsep dan Kerangka Pembelajaran Mendalam oleh Hilman Saepul Rahman, M.Pd.
Kurikulum Berbasis Cinta oleh Nilawati, M.Pd.
Asesmen Pembelajaran Mendalam dan Penyusunan Modul KBC oleh Dr. Kartikasari, M.Pd.
Selain sesi materi, panitia juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba PAI Fair tingkat Kabupaten Bangka Selatan tahun 2025. Momen inspiratif lainnya adalah sesi penyerahan tiga karya buku oleh Rudiyanto, S.Pd., Gr, seorang Guru PAI SD Negeri 9 Airgegas.
Panitia penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan antusiasme tinggi dari para guru PAI. Diharapkan, kegiatan ini menjadi wadah bagi guru PAI untuk senantiasa meng-upgrade diri, mengembangkan kompetensi, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik di era modern. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.