TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) terus memberikan pendampingan intensif kepada korban kasus pencabulan di Kecamatan Payung yang dilakukan oleh pamannya sendiri. Pelaku saat ini sudah diamankan dan ditahan di Mapolres Bangka Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka Selatan, Dian Novikasari, mengungkapkan bahwa korban saat ini sangat memerlukan pendampingan psikologis.
”Ya seperti ini, kami kemarin kan baru menunggu hasil dari Polres setelah didampingi. Sepertinya korban memerlukan pendampingan secara psikologis. Jadi kami berupaya untuk memberikan pendampingan psikologis melalui UPTD-PPA Provinsi,” jelas Dian pada Rabu (29/10/2025).
Hal ini dikarenakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Kabupaten Bangka Selatan tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk pendampingan psikologis. Oleh karena itu, Dinsos mengajukan surat permohonan pendampingan kepada UPTD-PPA Provinsi.
”Sejauh ini, kemarin baru pendampingan di Polres Bangka Selatan. Sebenarnya kami mendampingi terus sampai kasus ini selesai. Melalui pendidikan psikologis nanti,” tambahnya.
Meskipun secara kasat mata sulit menentukan tingkat trauma, Dian menegaskan bahwa trauma pasti dialami korban mengingat perlakuan tersebut terjadi dalam rentang waktu yang lama, yaitu sejak kelas 6 SD hingga SMP.
Dian Novikasari sangat berharap masyarakat dapat memberikan dukungan penuh kepada korban agar dapat kembali bersekolah dan melanjutkan cita-citanya.
”Jadi ke depannya kami berharap masyarakat memberikan support kepada anak ini agar tetap mau bersekolah, tidak di-bully, istilahnya anak-anak sekarang tidak di-bully, jadi masih bersemangat untuk sekolah, untuk melanjutkan cita-citanya ke depan,” harap Dian.
Lebih lanjut, Dian mengungkapkan bahwa kasus kekerasan, termasuk pencabulan, di Bangka Selatan mengalami peningkatan.
”Ya, ini kasus lumayan banyak ya. Yang tercatat lebih dari 10. Lebih dari 10 untuk tahun ini,” ungkapnya Dian.
Menurutnya, dua faktor utama yang sangat mempengaruhi terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap anak adalah pengaruh media sosial (medsos) dan kondisi ekonomi keluarga.
”Medsos, paling kuatnya medsos. Terus itu ekonomi keluarga juga sangat mempengaruhi perlakuan anak-anak sekali. Ya, banyak yang terjadi kekerasan di Bangka Selatan,” papar Dian.
Untuk menekan angka kekerasan, Dinsos Bangka Selatan gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
”Sosialisasi terus kita gencarkan, Setiap satu bulan sekali kita ke sekolah. Sosialisasi anti-bullying seperti itu, misalnya kan. Stop kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah, kita sudah menjalani sosialisasinya,” tutup Dian.
Untuk diketahui, Bahwa kasus ini juga menjadi sorotan dari pihak DPRD Kabupaten Bangka Selatan Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Komisi III, Dian Sersnawati. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.