​Jejak Manis Sabrul Iman di Bangka Selatan: Penuntas Kasus Mega Korupsi Yang Akrab Dengan Jurnalis

​TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Sosok Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan, Sabrul Iman, kini resmi memulai babak baru dalam kariernya. Pria yang dikenal tegas namun rendah hati ini mendapatkan penugasan baru sebagai Kajari Magetan, Jawa Timur.

Kepindahan beliau meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi kalangan kuli tinta di Negeri Beribu Pesona.

​Selama menjabat di Bangka Selatan, Sabrul Iman bukan hanya dikenal karena tangan besinya dalam menindak perkara, tetapi juga karena kedekatannya dengan para jurnalis.

Pemandangan Sabrul yang mendatangi awak media untuk sekadar berbincang santai atau melontarkan candaan usai kegiatan resmi di Kejari Basel sudah menjadi hal lumrah.

​Momen keakraban itu terpantau jelas saat kegiatan pemusnahan barang bukti akhir tahun 2025 lalu. Sabrul Iman tampak asyik mengobrol santai dengan Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, beserta jajaran anggota PWI lainnya.

Gelak tawa sering kali pecah di tengah diskusi, membuktikan tidak adanya sekat kaku antara aparat penegak hukum dan pencari berita.

​Angga, salah satu jurnalis yang kerap meliput di lingkungan Kejaksaan, memberikan apresiasi setinggi langit atas sikap inklusif sang Kajari.

​”Beliau sangat dekat dengan kami. Sering sekali mengajak ngobrol santai setelah kegiatan selesai. Sosoknya sangat menghargai profesi jurnalis. Kami mendoakan semoga beliau sukses terus dalam karier di tempat yang baru,” ujar Angga.

​Di balik pribadinya yang humoris, Sabrul Iman adalah aktor intelektual di balik penuntasan berbagai kasus korupsi kelas kakap yang menyita perhatian nasional.

Catatan prestasinya tergolong fantastis dengan nilai kerugian negara yang diselamatkan mencapai angka ribuan triliun rupiah. Beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya antara lain:
​Mega Korupsi Timah: Penanganan perkara dengan kerugian negara yang mencapai angka spektakuler Rp300 Triliun.

​Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina: Penuntasan skandal yang merugikan negara sebesar Rp285 Triliun.

​Skandal Duta Palma (CPO): Penanganan kasus korupsi dan pencucian uang dengan nilai kerugian Rp78,7 Triliun.

​Kasus BTS Kominfo: Penuntasan perkara dengan kerugian negara sebesar Rp8 Triliun.

​Kasus Komoditas: Mulai dari perkara impor garam hingga impor gula.

​Kini, dengan segudang prestasi dan integritas yang terjaga, Sabrul Iman bersiap membawa semangat penegakan hukum tersebut ke Magetan. Selamat bertugas, Pak Kajari. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.