JAKARTA, ERANEWS.CO.ID – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI Tahun 2026 pada Selasa (13/1/2026).
Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Kejaksaan dalam Reformasi Penegakan Hukum dan Pelayanan Publik melalui Peningkatan Akuntabilitas dan Integritas”, acara ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh jajaran Korps Adhyaksa di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum krusial bagi Kejaksaan untuk bertransformasi. Tidak hanya mengejar capaian kinerja, institusi dituntut memiliki tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Jaksa Agung menginstruksikan agar seluruh kebijakan Kejaksaan selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan RPJMN 2025–2029. Kejaksaan berkomitmen penuh mengawal program prioritas pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis hingga ketahanan pangan dan energi.
Satu poin penting yang menjadi sorotan adalah transformasi kelembagaan melalui konsep Advocaat Generaal. Jaksa Agung menekankan penguatan sistem penuntutan tunggal (Single Prosecution System) di mana Jaksa berperan sebagai dominus litis (pengendali perkara).
Selain itu, Kejaksaan mulai menerapkan mekanisme baru seperti Perjanjian Penundaan Penuntutan atau Deferred Prosecution Agreement (DPA).
Menghadapi berlakunya KUHP dan KUHAP yang baru di tahun 2026, Jaksa Agung memosisikan integritas sebagai harga mati. Bidang Pengawasan diinstruksikan menjadi Quality Assurance untuk menjamin mutu SDM.
”Data hukuman disiplin kini terintegrasi langsung antara Bidang Pengawasan dan Pembinaan. Tidak ada ruang promosi bagi pegawai yang terbukti melanggar aturan,” tegas ST Burhanuddin.
Di era teknologi, Kejaksaan kini mengoptimalkan Big Data Intelijen Kejaksaan (BDIK) berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Sementara di sektor hukum khusus, penindakan korupsi akan lebih difokuskan pada pencegahan kebocoran APBN dan penguatan peran dalam Satgas Penertiban Kawasan Hutan.
Menutup arahannya, Jaksa Agung memberikan pesan mendalam bagi seluruh jajarannya untuk tetap membumi namun berprestasi tinggi.
”Work In Silence, Let Success Speak. Bekerjalah dalam diam, biarkan kesuksesan yang berbicara,” pungkasnya.
Rakernas tahun ini juga menghadirkan perspektif strategis dari beberapa menteri kabinet secara daring, di antaranya:
Menteri Keuangan RI: Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri PAN-RB: Rini Widyantini. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Rachmat Pambudy. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.