Jadi “Idola” Penegakan Hukum, Sabrul Iman Pamit Dari Basel Dengan Senyum Masyarakat

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Estafet kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan resmi berganti. Sabrul Iman yang dijuluki masyarakat sebagai “Jaksa Spesialis Kasus Kakap,” akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Kajari Magetan, Jawa Timur. Posisinya di Bumi Junjung Besaoh akan digantikan oleh Asep Kurniawan Cakraputra.

​Namun, yang menjadi sorotan utama bukanlah sekadar rotasi jabatan, melainkan warisan kepercayaan publik yang ditinggalkan Sabrul Iman. Berdasarkan survei opini dan tanggapan langsung masyarakat di Toboali, kinerja Kejari Basel selama setahun terakhir dinilai mengalami lonjakan drastis dalam hal integritas dan keberanian.

​Masyarakat Toboali memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Kejari Basel, terutama dalam menuntaskan kasus-kasus yang selama ini dianggap “tak tersentuh.”

​Dafi (28), seorang warga Toboali, mengaku terkesan dengan keberanian Kejari membongkar kasus mafia tanah yang melibatkan mantan pejabat daerah.

​”Dulu kita merasa hukum itu tumpul kalau sudah kena atasan. Tapi di era Pak Sabrul, mantan Bupati pun bisa diproses. Ini yang bikin kami percaya lagi kalau jaksa memang bekerja untuk negara, bukan untuk kepentingan kelompok,” ungkap Dafi pada Senin (16/2/2026).

​Hal senada disampaikan oleh Rahmat (38). Menurutnya, citra Kejari Basel kini jauh lebih berwibawa.

​”Kami melihat hasilnya nyata. Bukan cuma janji-janji penegakan hukum, tapi ada tersangka yang jelas dan aset negara yang diselamatkan. Harapannya, kepemimpinan baru nanti minimal bisa mempertahankan standar yang sudah dibuat Pak Sabrul,” tuturnya.

​Sementara itu, Ali (31) menyoroti bagaimana profesionalisme jaksa di lapangan.

​”Kepercayaan masyarakat itu lahir dari transparansi. Setiap ada kasus besar, publik selalu diberi informasi yang jelas. Itu yang membuat kami merasa Kejari Basel sekarang sangat terbuka dan bekerja keras,” kata Ali.

​Promosi Sabrul Iman menjadi Kajari Magetan dipandang sebagai langkah strategis Kejaksaan Agung. Sabrul bukanlah sosok baru dalam dunia pemberantasan korupsi.

Pengalamannya di Jampidsus Kejaksaan Agung mencatat keterlibatan dalam kasus-kasus mega korupsi nasional, antara lain:
​Mega Korupsi Timah: Kerugian negara mencapai Rp 300 Triliun.

​Kasus BTS Kominfo: Kerugian negara sebesar Rp 8 Triliun.

​Skandal Duta Palma (CPO): Kerugian mencapai Rp 78,7 Triliun.

​Kasus Komoditas: Termasuk korupsi minyak mentah Pertamina senilai Rp 285 Triliun.

​Selama tahun 2025, tensi penegakan hukum di Bangka Selatan tidak pernah mengendur. Gebrakan terbesarnya adalah pengungkapan Mafia Tanah terkait legalitas lahan negara yang menyeret mantan Bupati Bangka Selatan periode 2016–2021. Kasus ini menjadi bukti nyata komitmen Kejari Basel dalam menjaga aset negara tanpa pandang bulu.

​Di bawah kepemimpinannya, Kejari Basel juga mencatatkan prestasi mentereng sebagai:
​Juara Umum Penilaian Kinerja Bidang Terbaik 2024 se-Wilayah Babel.

​Peringkat 1 Bidang Pidana Khusus dan Pidana Umum.

​Optimalisasi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) yang melonjak signifikan.

​Kini, tongkat estafet beralih ke tangan Asep Kurniawan Cakraputra, yang sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Koordinator pada Kejati Banten.

Tantangan bagi Kajari baru adalah menjaga “api” kepercayaan publik yang sudah menyala terang dan memastikan perkara-perkara yang sedang berjalan tetap tuntas hingga meja hijau.

​Sabrul Iman pergi meninggalkan catatan emas, namun bagi masyarakat Bangka Selatan, harapan akan keadilan yang tegak lurus akan selalu tetap ada. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.