Dugaan Penyelundupan Timah Ilegal di Bangka Selatan: Kekayaan Alam Dinikmati Pihak Luar

TOBOALI, ERANEWS.ID – Kabupaten Bangka Selatan diduga kuat menjadi lokasi transit utama bagi maraknya pengiriman timah ilegal antar pulau, khususnya dari Belitung ke Bangka.

Fenomena ini bukan hal baru; sudah beberapa kali truk dan sopir yang membawa pasir timah ilegal tertangkap dan diproses hukum.

Matoridi, Ketua Forum Tambang Rakyat Bersatu (FTRB) Bangka Selatan, mendesak agar pemerintah daerah segera membuat Peraturan Daerah (Perda) atau regulasi serupa. Tujuannya agar pengiriman timah ini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan sekadar jalur numpang lewat.

“Harus memberikan kemanfaatan ekonomi di Basel, bukan hanya numpang lewat saja timah yang dikirim antar pulau ini,” tegas Mator, sapaan akrabnya, saat ditemui di Warkop Singkawang pada Sabtu (31/5/2025).

Praktik ilegal semacam ini diketahui sangat menguntungkan sejumlah pihak, mulai dari dugaan oknum cukong (pemodal besar), dugaan oknum aparat penegak hukum, dan lainnya. Ini sudah menjadi “permainan kelas tinggi” yang seolah-olah tidak terdeteksi saat melintasi Bangka Selatan.

Tidak hanya sebagai jalur transit, timah dari tambang di Sukadamai juga diduga kuat banyak dibeli oleh kaki tangan cukong, yang tentunya sangat merugikan negara.

Matoridi menyayangkan bahwa kekayaan alam dari Bangka Selatan justru dinikmati oleh oknum cukong dari luar daerah, sehingga merugikan ekonomi lokal.

“Sebagai contoh, timah hasil di Sukadamai diduga kuat dibeli oleh salah satu cukong inisial AB, dengan mengerahkan para kaki tangannya, apalagi timah yang dibeli ini dari tambang ilegal,” ungkap Matoridi.

Ia menambahkan, jika tambang itu legal, PT Timah pasti akan membelinya melalui mitra. Namun, ini adalah hasil dari tambang ilegal.

Melihat kondisi ini, Matoridi berharap para pemangku kebijakan, mulai dari Bupati, Anggota Dewan, hingga Gubernur, dapat segera berkoordinasi mencari solusi. Masyarakat saat ini hanya bisa menyaksikan tanpa merasakan manfaat dari sumber daya alam sendiri.

Matoridi juga menyampaikan kesedihan masyarakat akan adanya cukong dari luar yang membeli hasil alam Bangka Selatan, khususnya di Sukadamai.

“Di daerah sendiri tetapi dirampok oleh orang dari luar, sedangkan masyarakat di daerah hanya menonton saja,” keluhnya.

Lebih parahnya, pembelian timah di Sukadamai ini dilakukan secara terang-terangan oleh oknum cukong tersebut.

“Ayo lah, jangan hanya jadi penonton saja ataupun pura-pura tidak tahu, kekayaan alam di daerah sendiri yang melimpah tetapi oknum cukong dari luar yang menikmatinya,” pungkasnya. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.