DPC Lidik Belitung Soroti Penanaman Kayu Putih dan Mangrove di Desa Tanjung Rusa

BELITUNG, ERANEWS.CO.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Lidik Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan kunjungan kerja dan investigasi ke Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Sabtu (12/2) kemarin.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Ketua DPC LSM Lidik Belitung, Muhammad Nazuri, Wakil Ketua DPC Lidik Belitung, Eman Sulaiman, Sekretaris DPC Lidik Belitung Rorey Triasyahputra, Bendahara DPC Lidik Belitung, Ariyo Sendayu serta perwakilan anggota Lidik Belitung dan diterima langsung oleh Ketua HKM Belantu Jaya, Hendra Wiryo dan Sekretaris HKM Belantu Jaya Desa, Mairum.

Ketua DPC LSM Lidik Belitung, Muhammad Nazuri atau biasa siapa Dodi Amok kepada awak media mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari HKM Belantu Jaya Desa Tanjung Rusa kepada DPC Lidik Belitung.

“Memang kunjungan ini adalah untuk memenuhi undangan dari rekan-rekan HKM Belantu Jaya. Maka kami DPC Lidik Belitung sangat berbahagia sekali bisa bersilaturahmi langsung dengan penuh rasa kekeluargaan semoga pertemuan ini bermanfaat dan dicatat sebagai satu kebaikan bagi kami semua,” katanya.

Dia menambahkan, selain itu, dalam kunjungan tersebut, DPC LSM lidik juga melakukan investigasi terkait polemik atau permasalahan kegiatan penanaman kayu putih oleh perusahaan PT. Sandi Setia Brother (SSB) di atas lahan HKM Belantu Jaya seluas 190 hektare.

“Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Ketua HKM Belantu Jaya, kami sangat menyayangkan adanya semacam pemaksaan kehendak oleh pihak perusahaan untuk terus melakukan kegiatan penanaman kayu putih padahal masyarakat di lapangan sudah sangat keras menolak,” imbuhnya.

Ia menambahkan, seharusnya pihak PT. SSB sebelum melaksanakan kegiatan penanaman tersebut terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi.

Pihak perusahaan juga tidak memiliki Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) dengan HKM Belantu Jaya dalam melaksanakan kegiatan penanaman kayu putih tersebut.

“Yang kami ketahui pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi dan melibatkan masyarakat sekitar sehingga DPC Lidik Belitung menduga kuat ini ada semacam upaya penguasaan lahan oleh pihak perusahaan seluas 190 hektare yang notabenenya itu merupakan lahan HKM Belantu Jaya,” tandasnya.

Dodi melanjutkan, maka dari itu, DPC LSM Lidik Belitung siap dan akan terus mengawal permasalahan penanaman kayu putih oleh pihak perusahaan tersebut sehingga tidak merugikan masyarakat di Desa Tanjung Rusa.

“Kami siap mendampingi dan mengawal rekan-rekan di HKM Belantu Jaya mendapatkan keadilan sehingga tidak dirugikan dalam kegiatan ini apalagi saat ini pihak perusahaan terus melakukan kegiatan penanaman padahal masyarakat menolak dan tidak menyetujui,” terangnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPC LSM Lidik Belitung juga mendengarkan penjelasan mengenai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) rehabilitasi mangrove di Dusun Sabong dan Nyurun yang kondisinya sekarang ini rusak dan diduga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

“Kondisi tanaman mangrove saat ini rusak, mati dan tidak hidup sehingga kami menilai program PEN rehabilitasi mangrove ini dikerjakan asal jadi sedangkan dana program ini mencapai miliaran rupiah,” pungkasnya.

DPC Lidik Belitung mendesak agar aparat penegak hukum untuk segera turun menyelidiki potensi kerugian negara dari program rehabilitasi mangrove di Desa Tanjung Rusa dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.

“Kami minta aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan turun langsung menyelidiki indikasi dugaan korupsi dalam kegiatan PEN rehabilitasi mangrove,” terangnya.

Sementara itu, Ketua HKM Belantu Jaya, Desa Tanjung Rusa, Hendra Wiryo mengucapkan terimakasih atas kunjungan DPC Lidik Belitung.

Dirinya berharap, LSM Lidik Belitung bisa membantu menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi seperti kegiatan penanaman kayu putih dan rehabilitasi mangrove.

“Besar harapan kami Lidik Belitung dapat membantu jamin menghadapi persoalan yang terjadi saat ini karena sebelumnya kami juga sudah membawa persoalan ini ke beberapa pihak namun belum membuahkan hasil,” harapnya.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.