TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung, Syukriah, meluruskan beberapa miskonsepsi terkait pembiayaan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hal ini disampaikannya dalam acara sosialisasi yang digelar di Gedung Serba Guna Pemkab Bangka Selatan, Rabu (24/9/2025).
Syukriah menjelaskan bahwa pembiayaan Rp3 miliar yang sering disebut-sebut tidak akan langsung disetorkan ke kas koperasi. Sebaliknya, dana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan dalam proposal.
“Proposal itu datanya dari masyarakat desa. Rapatlah desa, rapatlah lurah, apa yang mau kita pinjam, apa yang kita butuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, pemahaman yang benar ini sangat penting agar program dapat berjalan dengan baik. Saat ini, pihak Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sudah mulai berkomunikasi dengan masyarakat.
Syukriah menyebutkan bahwa sambil menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) akan mendampingi koperasi dalam menyusun proposal bisnis.
“Jadi, ketika peraturan keluar, proposal ini sudah siap dan bisa langsung disetujui bank,” ujarnya.
Syukriah juga menjelaskan mekanisme jika terjadi skenario gagal bayar. Jika hal ini terjadi, Dana Desa yang dicadangkan maksimal 30 persen siap ditransfer melalui KPPN ke rekening bank. Ia menekankan bahwa ini adalah langkah pengamanan dan berharap hal tersebut tidak terjadi.
Tantangan utama dalam implementasi program ini, menurutnya, adalah literasi dan edukasi. Syukriah menyoroti bahwa banyak yang masih keliru memahami prosesnya, mengira dana sudah siap dicairkan padahal proposal belum diajukan.
“Bukan biaya yang belum turun, mereka juga belum siap dengan proposal,” katanya.
Terkait proses pencairan, Syukriah memberikan gambaran sementara bahwa dana pinjaman yang disetujui tidak akan langsung masuk ke rekening KDMP. Dana akan langsung disetorkan ke rekening supplier barang atau jasa yang dibutuhkan koperasi, misalnya untuk pembelian gas. Hal ini untuk memastikan dana benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Terakhir, Syukriah mengajak seluruh kepala desa, ketua, dan pengurus koperasi untuk tetap antusias.
“Manfaat dari program ini adalah membangun dari desa. Salah satu hal konkretnya lewat koperasi ini,” pungkasnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.