KOBA, ERANEWS.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah menggelar Workshop Bahasa Isyarat bagi Pendidik PAUD yang berlangsung di Aula SLB Koba, Selasa (06/05/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi para guru, khususnya dalam melayani peserta didik penyandang disabilitas, termasuk teman tuli.
Peningkatan kemampuan berbahasa isyarat ini dinilai penting sebagai upaya mendukung tercapainya inklusi sosial melalui jalur pendidikan. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sehingga pendidikan yang setara dan menyeluruh dapat terwujud di Bangka Tengah.
Saat ini, terdata sebanyak 74 ABK yang tersebar di 35 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bangka Tengah. Bahasa isyarat sendiri merupakan bentuk komunikasi yang mengandalkan gerakan tangan, ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta gerak bibir. Dalam workshop tersebut, Arindah Savitri selaku guru Sekolah Luar Biasa (SLB) didapuk sebagai narasumber. Ia tidak hanya menyampaikan materi terkait bahasa isyarat, tetapi juga mengajak para guru untuk langsung mempraktikkan sejumlah gerakan dasar.
Hadir pada kegiatan ini, Eva Algafry, Ketua TP-PKK Kabupaten Bangka Tengah, sekaligus Bunda PAUD Bangka Tengah. Ia mengatakan, kegiatan ini penting untuk mendorong keterlibatan para pendidik PAUD dalam mendukung pembelajaran inklusif, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Kami mengajak para Bunda PAUD di Bangka Tengah untuk terlibat langsung karena saat ini sistem pembelajaran sudah bersifat inklusi, termasuk di tingkat PAUD yang juga memiliki peserta didik ABK,”
“Hari ini kita mengajak Bunda-bunda PAUD yang ada di Bangka Tengah untuk ikut terlibat karena sekarang sudah sistem pembelajaran inklusi, termasuk di PAUD juga ada anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ungkap Eva saat ditemui usai kegiatan.
Menurutnya, melalui pelatihan dasar bahasa isyarat, para pendidik diharapkan memiliki bekal pengetahuan awal dalam menangani ABK di lingkungan lembaga masing-masing. Dirinya juga berharap akan ada kegiatan lanjutan lainnya berkaitan dengan hal ini.
“Tadi kita sudah belajar dengan Ibu Indah, guru dari SLB Koba dan kita berharap akan ada kegiatan lain juga yang mana intinya kita ingin membantu para guru PAUD agar bisa membantu juga anak-anak ABK di sekolahnya masing-masing,” pungkasnya.
Selaku penggagas acara, Plt. Kepala Dindik Bateng, Pangihutan Sihombing, mengatakan, bahwa dengan adanya workshop bahasa isyarat ini diharapkan guru-guru PAUD nanti akan memiliki kopentensi dasar untuk menangani anak-anak ABK yang ada di sekolah-sekolah di Kabupaten Bangka Tengah.
“Setelah mengikuti workshop, para guru PAUD ini dapat menyampaikan kembali kepada teman-teman dan masyarakat yang ada di sekitar sekolah terkait dengan penggunaan-penggunaan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan anak-anak ataupun masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam berbicara,” jelas Sihombing.
Dirinya menyebutkan, Dindik nantinya akan membuat sebuah pelatihan untuk mendukung hal ini.
“Oleh karena itu, kedepannya guru-guru TK, SD, dan SMP akan kita coba cari cara bagaimana melatih mereka untuk memiliki kompetensi dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Bangka Tengah,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala SLB Koba, perwakilan OPD terkait, Ketua POKJA Bunda PAUD Bateng, Ketua HIMPAUDI Bateng, Pengawas TK Bateng, Ketua IGTKI Bateng, Ketua IGRA Bateng.
* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah




















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.