TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Intensitas hujan yang mengguyur daerah Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan dalam beberapa hari terakhir tidak menyurutkan optimisme petani Desa Rias dan sekitarnya.
Mereka tetap menargetkan keberhasilan program Indeks Pertanaman (IP) 300, yaitu panen padi tiga kali dalam setahun.
Petani Dusun Pairam, Tahang, pada Rabu (1/10/2025), menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada kendala signifikan untuk lahan di Rias, SPB, dan Air Pairam.
Ia mengakui, lahan di usaha 2 sebelumnya sempat bermasalah jika hujan turun tiga hari berturut-turut, namun masalah ini diharapkan teratasi berkat pembangunan irigasi.
”Kalau untuk IP 300 khususnya yang ada di Rias, SPB, dan Air Pairam ini tidak ada kendala,” ujar Tahang.
Tahang menyampaikan harapan besar kepada pihak BWS Bangka Belitung agar memasang pintu klep pada aliran sungai dan irigasi besar yang mengarah ke laut.
”Kalau nggak ada pintu klepnya itu nanti air laut pasang tinggi kemudian hujan lebat akhirnya air laut masuk ke sawah yang dekat-dekat pantai,” jelasnya.
Optimisme Tahang terhadap keberhasilan IP 300 ini didasarkan pada kekompakan petani dan ketersediaan pupuk yang tercukupi, terutama dengan adanya penambahan alokasi untuk program IP 300.
Ia juga berpesan agar ketua kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Brigade Pangan (BP) bersinergi untuk mengelola lahan.
”Kalau kita bersinergi dan kompak, Insyaallah dalam waktu yang singkat ini bisa tertanam semuanya sepanjang 1000 lebih hektar,” pungkasnya.
Senada, petani Rias lainnya, Romio, juga menegaskan bahwa hujan lebat yang sempat turun belum menimbulkan kendala. Ia berharap panen IP 300 kali ini dapat berhasil dan sesuai harapan.
Program panen padi IP 300 ini dijadwalkan akan berlangsung pada Desember 2025. Jika panen ini berhasil, ini akan menjadi kali pertama bagi petani Desa Rias dapat melakukan panen padi tiga kali dalam setahun. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.