BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Menyikapi aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat di kawasan PT Gunung Maras Lestari (GML), Senin (9/2/2026), Bupati Bangka Fery Insani memanggil tiga camat dan sembilan kepala desa (kades) yang wilayahnya masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut.
Tiga camat yang dipanggil yakni Camat Bakam, Camat Puding Besar, dan Camat Pemali. Sementara sembilan kepala desa yang dimintai keterangan meliputi Kades Sempan, Tiang Tara, Mabat, Dalil, Air Duren, Bukit Layang, Mangkak, Bakam, dan Kayu Besi.
Dalam aksi unjuk rasa sebelumnya, massa menyoroti sejumlah persoalan terkait keberadaan PT GML, termasuk dugaan adanya gratifikasi yang melibatkan aparat desa.
Namun di hadapan awak media, Bupati Bangka Fery Insani dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak ada aliran uang dari pihak perusahaan kepada para kepala desa.
“Saya tegaskan, para kepala desa tidak menerima uang dari pihak perusahaan,” ujar Fery Insani, Selasa (10/2/2026).
Fery menjelaskan, pada 7 Januari 2025 lalu memang ada kunjungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan yang menyampaikan terkait posisi plasma dan sejumlah aspek teknis lainnya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan sikap pemerintah daerah agar seluruh pihak menjalankan kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Saya minta semuanya dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada yang boleh keluar dari koridor hukum,” katanya.
Menurut Fery, pertemuan dengan para camat dan kepala desa berlangsung sekitar dua jam. Dalam pertemuan tersebut, ia menggali langsung keterangan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Saya panggil camat dan kades untuk menanyakan langsung. Prinsipnya, mari kita laksanakan dan lakukan semuanya sesuai aturan,” tegasnya.
Fery kembali menekankan bahwa berdasarkan keterangan para kepala desa, mereka selama ini hanya menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang ada. Ia juga meminta para kades untuk menahan diri agar situasi tetap kondusif, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Saya minta para kades menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangka berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), camat, kepala desa, serta pihak PT GML guna membahas secara menyeluruh duduk persoalan yang terjadi.
“Sikap kami jelas, tunduk dan patuh pada seluruh bentuk aturan yang berlaku,” pungkas Fery Insani.














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.