TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Memasuki usia kedelapan tahun sejak berdiri pada 2017, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Kantor BNNK Basel, Jumat (19/12/2025).
Kabar signifikan bagi pemberantasan narkoba di Bangka Selatan muncul dengan kepastian penambahan personel penyidik pada tahun 2026 mendatang. Selama ini, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) diakui menjadi hambatan utama dalam operasional penindakan.
”Di tahun 2026 nanti, akan ditugaskan penyidik baru yang saat ini tengah menjalani pembekalan di BNNP. Dengan adanya tambahan tenaga penyidik ini, intensitas penegakan hukum akan jauh lebih gencar dan keras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Hendra Amoer.
Meskipun menghadapi tantangan SDM sepanjang tahun 2025, BNNK Bangka Selatan tetap mencatatkan performa positif dengan keberhasilan mengungkap sejumlah kasus dan mengamankan sebanyak 10 orang tersangka penyalahgunaan narkotika.
Data Capaian Rehabilitasi Tahun 2025
Selain penindakan, BNNK Bangka Selatan juga memaparkan capaian di bidang rehabilitasi melalui Sie Rehabilitasi.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rilis tersebut, berikut adalah rincian capaian layanan rehabilitasi sepanjang 2025:
Layanan SKHPN: Berhasil mencapai realisasi 100% dengan total 75 orang dari target 75 orang.
Asesmen dan Konseling: Terealisasi sebanyak 11 orang dari target yang ditetapkan 24 orang.
Layanan Pasca Rehabilitasi: Terealisasi sebanyak 5 orang dari target 30 orang.
Kerja Sama (PKS): Menjalin kolaborasi strategis dengan RSUD Junjung Besaoh.
Program Inovasi: Melaksanakan pelatihan petugas Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM/AP) di Kelurahan Toboali serta program Pemulihan Kampung Suka Damai yang mencakup konseling rehabilitasi, sosialisasi SKHPN, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Hendra Amoer menekankan bahwa pengungkapan tindak pidana narkoba bukanlah proses instan, melainkan membutuhkan strategi matang dan pengolahan informasi yang akurat.
”Kami memiliki strategi khusus dalam mengolah informasi hingga mencapai keyakinan untuk melakukan penangkapan. Misi utama kami adalah mewujudkan harapan masyarakat agar Bangka Selatan benar-benar bersih dan terbebas dari peredaran gelap narkoba,” pungkasnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.