PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID – Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung (Babel) telah mengumumkan adanya peningkatan kebutuhan hewan qurban untuk tahun 2025.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel, Edi Ramdhoni, menyampaikan hal ini pada Kamis (5/6/2025).
Menurut data yang dirilis, total ketersediaan sapi di seluruh Bangka Belitung mencapai 4.430 ekor, dengan rincian per kabupaten sebagai berikut:
- Bangka: 1.229 ekor
- Bangka Tengah: 451 ekor
- Bangka Selatan: 382 ekor
- Bangka Barat: 415 ekor
- Belitung: 497 ekor
- Belitung Timur: 363 ekor
- Pangkalpinang: 1.093 ekor.
Sementara itu, perkiraan kebutuhan sapi untuk tahun 2025 adalah 3.040 ekor, dengan rincian:
- Bangka: 633 ekor
- Bangka Tengah: 413 ekor
- Bangka Selatan: 354 ekor
- Bangka Barat: 402 ekor
- Belitung: 357 ekor
- Belitung Timur: 342 ekor
- Pangkalpinang: 539 ekor.
Untuk ketersediaan kambing, totalnya mencapai 5.384 ekor, tersebar di:
- Bangka: 1.254 ekor
- Bangka Tengah: 592 ekor
- Bangka Selatan: 502 ekor
- Bangka Barat: 720 ekor
- Belitung: 948 ekor
- Belitung Timur: 471 ekor
- Pangkalpinang: 897 ekor.
Sedangkan perkiraan kebutuhan kambing adalah 4.966 ekor, dengan rincian:
- Bangka: 1.048 ekor
- Bangka Tengah: 877 ekor
- Bangka Selatan: 399 ekor
- Bangka Barat: 708 ekor
- Belitung: 648 ekor
- Belitung Timur: 446 ekor
- Pangkalpinang: 840 ekor.
Edi Ramdhoni menjelaskan bahwa dari data tersebut, Bangka Belitung diproyeksikan akan mengalami surplus sapi sebanyak 1.390 ekor dan surplus kambing sebanyak 418 ekor.
Meskipun demikian, ada satu kabupaten, yaitu Bangka Tengah, yang mengalami defisit kambing sekitar 285 ekor.
Namun, Edi menegaskan bahwa hal ini bukan masalah besar karena jarak antar kabupaten yang berdekatan seperti Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Pangkalpinang memungkinkan kelancaran transportasi untuk memenuhi kebutuhan.
Menjelang Idul Adha 2025, Pemerintah Provinsi Babel telah mengambil langkah-langkah persiapan yang komprehensif. Tim pengawasan hewan qurban telah dibentuk di tingkat provinsi dan seluruh kabupaten/kota, serta telah melakukan tiga kali rapat koordinasi.
Tim ini akan fokus pada pemeriksaan kesehatan hewan (antemortem dan postmortem), yang berarti pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah pemotongan. Ini mencakup pemeriksaan fisik dan kondisi kesehatan hewan yang disebarkan maupun yang dijual.
“Tim pengawasan dijadwalkan mulai bertugas dari Jumat, 6 Juni hingga Senin, 10 Juni 2025, dengan laporan utama pada Jumat dan Sabtu. Mereka akan turun langsung ke titik-titik pemotongan di mushola, masjid, dan tempat pemotongan lainnya untuk memeriksa baik sapi bantuan presiden maupun hewan qurban dari masyarakat,” pungkasnya.
Selain itu, Dinas Pertanian Provinsi Babel juga telah menyelenggarakan pelatihan hewan qurban pada Februari lalu, yang dihadiri oleh 200 peserta dari pengurus masjid dan dinas kabupaten.
“Ini menunjukkan komitmen Dinas Pertanian Provinsi Babel dalam memastikan kesehatan dan kelayakan hewan qurban menjelang Idul Adha 2025,” terang dia. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.