Apresiasi Capaian Swasembada, Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Untuk Jajaran Adhyaksa

KARAWANG, ERANEWS.CO.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menganugerahkan tanda kehormatan kepada jajaran pimpinan Kejaksaan Republik Indonesia dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan institusi Adhyaksa dalam menjaga stabilitas pangan dan menyelamatkan aset negara.

​Penganugerahan yang tertuang dalam Keppres Nomor 1/TK dan 2/TK Tahun 2026 ini menyoroti keberhasilan program “Jaksa Mandiri Pangan” yang diinisiasi oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Kejaksaan dinilai melampaui fungsi penegakan hukum konvensional dengan berperan aktif dalam optimalisasi lahan rampasan menjadi area pertanian produktif, serta pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk guna memberantas praktik mafia pangan.

​”Capaian swasembada ini tidak lepas dari peran aparat penegak hukum yang memastikan tidak ada kebocoran dalam distribusi pupuk maupun bantuan pertanian,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

​Berdasarkan keputusan tersebut, terdapat delapan nama pimpinan Kejaksaan yang menerima tanda kehormatan, di antaranya:
​Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., L.M (JAM-Intelijen)
​Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. (JAM-Pidsus)
​Dr. Kuntadi, S.H., M.H (Kepala Badan Pemulihan Aset)
​Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H (Staf Ahli Jaksa Agung)
​Dr. Harli Siregar, S.H., M.H (Kajati Sumatera Utara)
​Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, S.H., M.H. (Kajati Jawa Timur)
​Dr. Didik Farkhan, S.H., M.H (Kajati Sulawesi Selatan)
​H. Agus Salim (Inspektur Keuangan pada JAM-Was)

​Selain pemberantasan spekulasi harga, Kejaksaan juga mendapat pujian atas pendampingan hukum dalam pengawalan proyek strategis nasional terkait ketahanan pangan.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Kejaksaan berhasil mengeksekusi aset rampasan senilai triliunan rupiah untuk dikembalikan bagi kepentingan rakyat, khususnya di sektor pertanian.

​Penghargaan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektoral antara Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menyukseskan visi Asta Cita menuju kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.