TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Suasana tegang mewarnai Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Bangka Selatan, Kamis (14/8/2025) petang. Sejumlah sopir truk dari Belitung terlibat adu mulut dengan rombongan wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan.
Kericuhan bermula saat belasan sopir truk yang baru turun dari KMP Menumbing Raya rute Tanjung RU – Sadai, tiba-tiba menghampiri para jurnalis yang sedang berada di warung sekitar pelabuhan untuk melakukan peliputan.
Sejumlah sopir tersebut mengaku keberatan dengan maraknya pemberitaan dugaan pengiriman pasir timah yang dimuat oleh truk dari Belitung.
Kemudian, situasi memanas saat adu argumen antara sejumlah oknum sopir truk dengan anggota PWI Basel ini pecah setelah salah satu sopir meninggikan suara dan memicu bahkan rekan-rekan mereka ikut bergabung.
Bahkan, salah seorang yang mengaku sebagai sopir truk bernama Putra ini juga sempat membuat provokasi ke sopir lainnya seolah menyudutkan awak media telah membuat risih dengan maraknya pemberitaan dugaan pengiriman pasir timah.
“Kami menolak, karena kami tidak membawa timah. Kami risih dengan pemberitaan tersebut,” kata putra salah satu sopir, Kamis (14/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya mengangkut minyak, sesuai perintah atasan.
“Intinya kami hanya sopir yang membawa minyak. Atasan juga bertanya, apakah kami membawa timah atau tidak. Risih sih kalau dituduh begitu,” pungkasnya.
Sementara itu, kericuhan mulai mereda setelah beberapa orang di lokasi menenangkan situasi, dan mendapatkan perlawanan argumen oleh para awak media kepada para sopir yang akhirnya mereka membubarkan diri. (EraNews/Tim)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.