PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID –
Menghadapi potensi risiko bencana yang kian dinamis, Pemerintah melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB) serta Pooling Fund Bencana (PFB), Kamis (19/2/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan fiskal daerah agar tidak hanya siap secara teknis saat terjadi bencana, namun juga tangguh secara finansial.
Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi sinergis Kemenkeu Satu antara DJPb Babel dengan Direktorat Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi (DJSEF).
Kepala Kanwil DJPb Bangka Belitung, Syukriah, menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah meninggalkan pola penanganan bencana yang bersifat reaktif. Menurutnya, ketergantungan pada pola post-disaster financing (pembiayaan pascabencana) yang mengandalkan APBN/APBD secara langsung sangat berisiko menciptakan tekanan fiskal yang berat.
”Melalui pendekatan yang terencana dan kolaboratif, kita dapat meminimalkan tekanan terhadap APBD serta menjaga kesinambungan pembangunan di Bangka Belitung,” ujar Syukriah dalam sambutannya.
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa strategi PARB dirancang untuk membangun ekosistem pembiayaan yang lebih modern melalui berbagai instrumen, antara lain:
Pooling Fund Bencana (PFB): Dana bersama untuk percepatan penanganan.
Asuransi Parametrik & Asuransi BMN: Melindungi aset negara dari kerusakan.
Contingent Loan & Catastrophe Bond: Instrumen pinjaman dan obligasi siaga.
Microinsurance: Perlindungan bagi masyarakat ekonomi lemah.
Sebagai wilayah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem, implementasi strategi ini dinilai sangat krusial bagi Negeri Serumpun Sebalai.
Gangguan bencana tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga mengancam aktivitas ekonomi dan kapasitas fiskal daerah.
FGD ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten, di antaranya:
Wilhem (Analis Madya DJSEF)
Lia Kartikasari (Kepala Divisi BPDLH)
Devi Valeriani (Local Expert Bangka Belitung)
Tim The World Bank (secara daring)
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Babel dan Pemkot Pangkalpinang ini diharapkan menjadi titik balik penguatan kolaborasi lintas sektor.
Tujuannya satu: membangun sistem pembiayaan bencana yang preventif dan berkelanjutan demi menjaga stabilitas pembangunan di tengah ancaman perubahan iklim global. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.