ERANEWS.CO.ID, PANGKALPINANG – Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Provinsi Kep. Babel menggelar dialog kebangsaan yang bertempat di Ballroom Bangka City Hotel pada Ràbu (10/02/21) dengan menghadirkan 4 narasumber.
Anggota Komisi Kepolosìan Nasional, H. Muhammad Dawam, Kapolda Kep. Babel, Irjen Pol Anang Syarif, Danrem 045/GAYA, Brigjen M. Jangkung, dan Ketua PWNU Babel, KH. A. Ja’far Shiddiq bertindak sebagai narasumber dalam dialog kebangsaan.
Mengangakat topik dialog yakni “Membedah Wacana Pembelajaran Spirit Kenegaraan Melalui Kajian Kitab Kuning Dalam Mencegah Radikalisme Berdasarkan Sudut Pandang Kompolnas” yang dikupas oleh Muhammad Dawam dapat dikatakan bahwa kitab kuning bisa membantu pemahaman seseorang untuk tidak berpikir secara radikal dalam memahami agamany. Namun tetap tegas memiliki prinsip-prinsip nilai àgama yang diyakininya namun moderat, dinamis dan rasional.
Dijumpai oleh awak Eranews, M. Dawam meyebutkan bahwa berdasarkan pandangan ìlmu Imam Al-Ghazali yaitu kekuasaàn/umaroh dan agamà/ulama adalah ibarat kembaran dua sisi mata uanğ yang tidak terpisahkan.
“Bangunan tanpa tiang akan rubuh, sedang bangunan tanpa penjaganya akan sirna sehingga akan diambil oleh orang lain maka negara tidak boleh diambil oleh orang lain kecuali pendiri-pendiri bangsa kita ini yang harus menjaga maka kewajiban Polri dan TNI serta NU yakni sama-sama untuk menjaga kamtibmas”, Ujar M. Dawam.
M. Dawam menilai bahwa pandangan Imam tersebut ìdeal dalam rumusan bagaimana negara ini ditata oleh penjaganya antara ulama dengan umaro antara pejabat di lingkungan wilayah serta tokoh masyarakat yang mana ini merupakan sebuah pengantar sistem ketatanegaraan yang baik.
(Eranews/Ghaza)
















Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.