TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar advokasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Gedung Serba Guna Bangka Selatan, Selasa (2/12/2025).
Kepala Dindikbud Bangka Selatan, Anshori, mengungkapkan bahwa kegiatan advokasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kepala desa, operator ATS, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
”Kegiatan ini rutin kami lakukan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah penanganan ATS kepada desa-desa,” ungkap Anshori pada Rabu (3/12/2025).
Ia berharap desa dapat mengetahui masalah ATS secara mendalam sehingga mampu membantu Dindikbud dan Pemkab Bangka Selatan dalam menyelesaikannya.
Anshori menjelaskan bahwa penanganan ATS mengandalkan peran operator di tingkat desa. Operator bertugas memverifikasi data dan fakta di lapangan. Data awal dari Kementerian Pendidikan harus diuji kembali kebenarannya di tingkat desa.
”Baik secara data maupun secara fakta. Data dari Kementerian diuji kembali dan diverifikasi oleh operator ATS di tingkat desa dan bekerja sama dengan Kepala Desa,” terangnya.
Ia menambahkan, ketidaksesuaian data sering terjadi. “Secara fakta biasanya terdatanya tidak sekolah, namun faktanya sekolah dikarenakan datanya tidak update di Dukcapil,” pungkasnya. (EraNews/Lew)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.