Aktivitas Tambang Timah Ganggu Wisata di Pantai Cemara

Screenshot

BANGKA, ERANEWS.CO.ID – Meski memiliki suasana yang nyaman dan fasilitas tergolong lengkap, Pantai Cemara di Desa Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, kini terlihat sepi dari pengunjung. Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh maraknya aktivitas penambangan pasir timah di perairan dekat pantai tersebut.

Di sepanjang pesisir Pantai Cemara, tampak puluhan ponton menambang pasir timah hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Aktivitas tambang laut ini dinilai telah berdampak langsung terhadap menurunnya kunjungan wisatawan.

“Sudah sekitar setengah bulan lebih mereka menambang di situ,” ujar David Siga, Direktur CV Mulia Asri Sukhitata, pengelola Pantai Cemara, saat diwawancarai pada Jumat (17/10/2025).

Menurut David, keberadaan ponton tambang itu telah memicu keluhan dari pengunjung. Selain pemandangan laut yang terganggu, dampak lingkungan akibat aktivitas tambang juga menjadi sorotan.

“Sangat mengganggu sekali, terutama karena tamu banyak yang protes soal lingkungan — mulai dari sampah oli bekas, paku-paku, sampai lumpur yang mencemari area pantai. Akibatnya, pengunjung jadi sepi sekali,” kata David.

Ia menuturkan, kegiatan penambangan tersebut biasanya berlangsung pada malam hingga pagi hari. Namun, belakangan aktivitas itu juga dilakukan pada siang hari.

Merasa terganggu, pihak pengelola Pantai Cemara telah melaporkan aktivitas tambang tersebut ke aparat berwenang. Laporan disampaikan ke Polres Bangka, dengan tembusan ke PT Timah Tbk, Dinas Pariwisata, Kepala Desa Rebo, KPH Sigambir Kota Waringin, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Bangka AKBP (nama fiktif) mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan penertiban di lokasi karena aktivitas penambangan yang dimaksud berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan (IUP).

“Dari hasil pengecekan sementara, lokasi tersebut masuk dalam area IUP. Jadi kewenangan pengawasan dan penertibannya ada pada instansi teknis terkait,” ujar Kapolres Bangka saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tetap memantau situasi di sekitar Pantai Cemara untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, pihak pengelola berharap agar aktivitas tambang di sekitar kawasan wisata dapat diatur lebih baik agar tidak mengganggu pariwisata yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.

“Harapannya, masalah ini bisa segera dibereskan dan ditata rapi. Kami hanya ingin agar wisata tetap hidup tanpa terganggu aktivitas tambang,” ujar David.

Pantai Cemara selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah Sungailiat. Pantai berpasir putih itu kerap menjadi pilihan warga untuk berlibur karena aksesnya mudah dan fasilitasnya memadai. Namun, keberadaan tambang timah di perairan sekitarnya kini menjadi ancaman bagi keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.