DPRD Basel Teken KUA-PPAS 2026, Pj Sekda: Transfer Dana Pusat Jauh Berkurang, Pemkab ‘Kencangkan Ikat Pinggang’

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melaksanakan rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

​Rapat yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka Selatan pada Rabu (15/10/2025) dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Basel, Erwin Asmadi, didampingi Wakil Ketua H. Komarudin dan Rusi Sartono, serta dihadiri sejumlah anggota DPRD lainnya.

​Dari pihak eksekutif, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Selatan, Hepi Nuranda serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangka Selatan.

​Inti dari paripurna tersebut adalah penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026.

​Seusai paripurna, Ketua DPRD Bangka Selatan, Erwin Asmadi, yang didampingi Wakil Ketua H. Komarudin, menyampaikan bahwa dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan ini, tahap selanjutnya adalah penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.

​”Sudah dilakukan penandatanganan nota kesepakatan, jadi pada Senin 20 Oktober 2025 penyampaian RAPBD 2026,” ungkap Erwin Asmadi kepada wartawan.

​Ia menambahkan, fokus APBD 2026 akan tetap pada program prioritas, seperti program Universal Health Coverage (UHC). Program yang belum selesai akan diteruskan pada tahun depan.

​”Tidak melenceng, tinggal meneruskan program yang kemarin. Mungkin ada yang belum selesai diteruskan pada tahun depan, karena mengingat kondisi anggaran juga pada saat ini sedang tidak baik-baik saja,” bebernya.

​Mengenai kondisi anggaran, Erwin menjelaskan bahwa bukannya ada penambahan, justru terjadi pengurangan.

​”Jadi mengalami defisit sekitar Rp35 Miliar untuk tahun 2026,” pungkasnya.

​Sementara itu, Pj. Sekda Bangka Selatan, Hepi Nuranda, membenarkan bahwa nota kesepakatan KUA-PPAS Tahun 2026 telah rampung. Ia menyebut prioritas program kurang lebih sama karena sifatnya melanjutkan program yang ada.

​”Memang pada Tahun 2026 ada sedikit kendala. Transfer Dana Keuangan Daerah (TKD) kita juga sangat jauh berkurang. Jadi, akan mengencangkan ikat pinggang untuk tahun depan,” ucap Hepi.

​Hepi menekankan bahwa Pemkab Bangka Selatan harus lebih selektif dalam membelanjakan anggaran tahun depan. Belanja-belanja akan diteliti secara cermat agar lebih tepat sasaran, optimal, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak.

​Upaya Pemkab ke depan, lanjut Hepi, adalah memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Satuan Tugas (Satgas) PAD harus digenjot karena penurunan transfer dana ke daerah.

​”Melihat transfer dana ke daerah berkurang, mau tidak mau kita harus belajar mandiri. Jadi, OPD harus banyak berinovasi bagaimana keberlanjutan pembangunan terus dapat berlanjut dan berjalan,” terangnya. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.