PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI) bersama Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel dan Pengurus Daerah (PD) XXIX Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (KB FKPPI) Provinsi Babel membagikan masker dengan cara turun kejalan diseputaran Ramayana, Senin (04/01/21).
Aksi kemanusiaan itu dilakukan dalam rangka pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Ketua AITI, Ismiryadi mengatakan, kegiatan kali ini dilakukan dalam rangka pencegahan covid-19, dimana dikatakannya Kota Pangkalpinang saat ini sudah termasuk didalam zona merah.
“Saat ini kegiatan kita fokuskan di Pangkalpinang. Berharap ini awal yang baik untuk kita. Semoga Covid-19 cepat berlalu dan kita tetap mengacu pada prokes Covid yang sebenarnya,” ungkap Ismiryadi biasa disapa Dodot.

“Kita juga berharap melalui kegiatan ini akan mengurangi beban dari petugas Satgas covid-19 supaya bagaimana cara kita mengurangi penyebaran covid di kota Pangkalpinang,” sambungnya.
Lanjut kata Dodot, untuk pembagian masker pada kesempatan tersebut dengan rincian 1500 masker dari FKPPI Provinsi Bangka Belitung ditambah dari Media Babel Pos yang bekerjasama dengan Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI) dan Satgas Covid-19 Provinsi Babel, jadi total keseluruhan kurang lebih 2500 masker.
Pada kesempatan ini kata Dodot pihaknya meminta tindakan ataupun ketegasan terutama kepada Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi Babel dalam hal pencegahan Virus tersebut.
Karena menurutnya terlihat disini khususnya di Kota Pangkalpinang seperti daerah-daerah tongkrongan masih tidak melakukan protokol Covid-19.

“Kita lihat masih banyak cafe-cafe dan warung coffe yang mengabaikan prokes Covid-19. Mereka boleh membuka usaha tetapi tolong prokes dijalankan. Untuk pencegahannya itu kita meminta prokes covid-19,” ucapnya.
Lanjut dikatakannya, untuk saat ini ataupun sekarang rumah sakit penuh dan peralatan mulai menipis. “Mari kita masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan moril kepada pihak Satgas Covid-19,” ajaknya.
Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Kota Pangkalpinang sudah ditetapkan pada zona merah dengan jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 per 3 Januari 2021 sebanyak 918 kasus dan pasien dalam perawatan sebanyak 399 orangorang serta tingkat kematian yang cukup tinggi.
“Pangkalpinang ditetapkan sebagai zona merah karena peningkatannya yang tidak bisa terkendali serta penyebarannya secara masif dan belum ada pengendaliannya hingga membuat virus tersebut bisa tertahan
,”ujar Mikron.
Lebih lanjut dikatakannya, hingga sampai saat ini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah yang dimulai dari hulu ke hilir.
“Dari hulunya kita lakukan pencegahan, artinya semua komponen masyarakat ikut serta didalam pencegahan terhadap penularannya yaitu salah satunya dengan kawan-kawan dari FKPPI Babel dan AITI. Ini suatu momentum bagi kami diawal Januari 2021.Momentum awal ini harus menjadi gerakan bersama dan secara bersama-sama kita cegah penularan virus Covid-19,” ucapnya.

Disamping itu lanjutnya, saat ini kawan- kawan dari tenaga kesehatan sudah sangat kewalahan dan setidaknya semua pihak harus memberikan rasa penghormatan kepada meraka dengan cara turun kejalan melakukan kegiatan kemanusian.
“Kami dengan jumlah tenaga yang sangat masif berharap kepada seluruh masyarakat harus patuh terhadap pelaksanaan prokes covid-19 minimal dengan menggunakan masker,” harapnya.
Sekali lagi kami dari pihak Satgas Covid-19 memberikan apresiasi Sebesar-besarnya terutama kepada Keluarga Besar FKPPI Babel.
“Langkah awal di tahun 2021 ini dimulai dengan kegiatan yang sangat peduli. Ini perlu disupport oleh kawan-kawan ormas lain maupun komunitas-komunitas lain.Berharap adanya kesadaran secara individu maupun kesadaran secara komunitas dapat tergalakkan,”Imbuhnya.
(eranews/tim)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.