Dugaan Bullying di Bangka Selatan: Polisi Periksa Pihak Terkait

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Kepolisian Resort Bangka Selatan (Basel) telah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan kasus perundungan atau bullying di Sekolah Dasar wilayah Toboali.

Pemanggilan ini menyusul laporan yang dilayangkan oleh keluarga almarhum ZH (10), yang diduga meninggal dunia setelah menjadi korban bullying.

Paman korban, Dhony, melaporkan dugaan perundungan ini ke Mapolres Basel pada Senin (27/7/2025).

Kasat Reskrim Polres Basel, AKP Raja Taufik Ikrar Bintuni, melalui Kasi Humas Polres Basel, Iptu Guntur Jaya Budi, mengungkapkan bahwa Unit PPA Polres Basel telah memanggil kepala sekolah, guru kelas, dan para terduga pelaku untuk dimintai keterangan.

“Kita sudah memanggil Kepsek, guru kelas, dan para terduga pelaku guna dimintai keterangan,” ujar Guntur pada Selasa (29/7/2025).

Saat ini, Polres Basel masih melakukan proses penyelidikan. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan secara profesional.

Kasus dugaan bullying ini sebelumnya menarik perhatian publik di Bangka Selatan setelah akun Facebook Dhony Dinata mengunggah status yang menyebut keponakannya meninggal dunia setelah mendapat perlakuan bullying. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Junjung Besaoh selama kurang lebih tiga hari.

Sementara itu, dalam konferensi pers yang digelar di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel pada Senin (28/7/2025), Kepala Sekolah, Cholid, mengakui adanya dugaan tindakan perundungan. Namun, ia menyatakan bahwa perundungan tersebut hanya sebatas verbal atau mengolok-olok, tanpa kekerasan fisik.

“Perundungan tersebut benar adanya, tetapi hanya verbal saja atau mengolok-olok dan tidak ada kekerasan fisik,” sebut Cholid. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.