Dugaan Bullying Tewaskan Siswa di Toboali, Paman Korban Lapor Polisi

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Doni Dinata, paman dari almarhum ZH, hari ini mendatangi Polres Bangka Selatan untuk membuat laporan resmi terkait dugaan bullying atau perundungan yang menyebabkan kematian keponakannya. ZH, seorang siswa berusia 10 tahun, meninggal dunia pada Minggu (27/7/2025) setelah sempat dirawat intensif di RSUD Junjung Besaoh.

“Kedatangan saya ke Polres sebagai keluarga untuk melaporkan secara resmi tindakan bullying yang diterima oleh almarhum ZH keponakan saya,” ungkap Doni kepada wartawan pada Senin (28/7/2025).

Doni menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga menyoroti pernyataan Kepala Sekolah yang menyebut tidak ada bullying fisik, melainkan hanya verbal.

Doni menyatakan kesiapannya untuk melakukan autopsi dan menantang Kepala Sekolah untuk bertanggung jawab atas pernyataannya, baik secara institusi maupun hukum, jika terbukti ada bullying fisik.

“Saya berharap kasus ini harus cepat selesai, terutama yang kita kejar gurunya, karena membiarkan ketika kita ingin menanyakan perihal bullying yang diterima dari ananda ZH,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) telah mengadakan konferensi pers pada Senin (28/7/2025) untuk menyikapi dugaan kasus perundungan ini.

Konferensi pers yang berlangsung di kantor Dindikbud Basel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dindikbud Basel, Ansyori, dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru wali kelas korban, perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Babel, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Basel. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.