Siswa SD di Toboali Meninggal Dunia Diduga Akibat Perundungan, Wakil Ketua DPRD Angkat Bicara

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Rusi Sartono, atau yang akrab disapa Bang Rossi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan perundungan yang menewaskan seorang siswa SD Negeri 22 Rias, Kecamatan Toboali.

Ia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan untuk segera mengambil langkah tegas dan cepat demi mencegah kejadian serupa terulang di lingkungan pendidikan dasar.

“Pertama, kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu siswa SD 22 Rias. Kedua, kami sangat prihatin dengan kejadian ini, apalagi terjadi di lingkungan pendidikan tingkat dasar. Saya meminta pihak Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah-langkah tegas, cepat, dan tepat untuk menyelesaikan persoalan ini, karena diduga ada tindakan bullying di sekolah,” ungkap Rusi, Senin (28/7/2025).

Ia juga menekankan bahwa dunia pendidikan dasar semestinya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk menimba ilmu sekaligus membangun kehidupan sosialnya.

“Saya berharap kejadian ini harus menjadi perhatian khusus dan serius. Dunia sekolah dasar adalah fondasi pendidikan awal yang seharusnya memberikan tempat dan ruang yang nyaman, aman, serta sehat untuk tumbuh kembang anak-anak, baik dalam aspek akademik maupun sosial,” tegasnya.

Menurutnya, kejadian tragis ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak abai terhadap kondisi psikologis dan sosial siswa di sekolah.

“Semoga ke depan hal ini menjadi insiden terakhir. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, Pemda, sekolah, DPRD, lembaga lain, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah serta mengawasi agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” tambah Rusi.

Kasus ini mencuat setelah seorang siswa berinisial ZH (10), pelajar kelas V SD Negeri 22 Rias, meninggal dunia di RSUD Bangka Selatan pada Minggu pagi. Korban sempat menjalani perawatan selama tiga hari akibat muntah-muntah sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Dari pengakuan korban kepada neneknya, diketahui bahwa ia menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah teman sekelasnya.

“Anak ini muntah-muntah dan dirawat di RSUD sudah tiga hari lalu, baru pagi tadi meninggalnya. Kepada neneknya ia baru mengaku dikeroyok teman-teman sekolahnya,” ungkap Doni, paman korban.

Pihak keluarga, kata Doni, sangat terpukul dan tidak menerima kejadian ini. Ia juga mempertanyakan tanggung jawab pihak sekolah.

“Kami sebagai keluarga tidak terima dengan kejadian ini. Sekolahnya juga bagaimana bisa tidak mengetahui korban sudah parah dirundung seperti ini,” kata Doni.

Menurutnya, korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan perut yang diduga akibat kekerasan fisik. Ia juga menyebutkan adanya saksi mata dari teman korban yang melihat langsung aksi kekerasan tersebut.

“Korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan perutnya diduga dipukul. Saya juga menyampaikan pesan kepada Pak Bupati Basel agar ada tindak lanjut dari peristiwa ini,” pungkasnya. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.