Sepinya Jalanan Ojek di Toboali: Antara Persaingan Ketat dan Harapan Bantuan

TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Era keemasan ojek konvensional di Toboali, Bangka Selatan, tampaknya mulai meredup. Jika dibandingkan dengan awal tahun 2000-an, jumlah penumpang ojek kini jauh berkurang.

Faktor utama yang disinyalir menjadi penyebab adalah menjamurnya kepemilikan kendaraan pribadi di masyarakat.

Kondisi ini dirasakan betul oleh Bang Atet (71), seorang tukang ojek yang biasa mangkal di kawasan Pasar Toboali.

“Sekarang sepi, penumpangnya kurang. Beda sekali sama tahun 2000-2005. Karena banyaknya kendaraan, jadi berpengaruh ke penumpang,” keluhnya.

Ironisnya, sepinya penumpang ini terjadi di tengah kondisi ekonomi Bangka Selatan yang disebut Bang Atet masih sangat bagus.

Meski demikian, Bang Atet mengakui bahwa sektor ojek sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas utama Bangka Selatan, yaitu timah.

“Pengaruh ekonomi sangat kental sekali di kalangan ojek jika harga timah turun,” tambahnya.

Menyikapi kondisi ini, Bang Atet memiliki harapan besar kepada pemerintah daerah. Ia berharap adanya bantuan berupa seragam ojek, seperti baju atau rompi, atau bahkan bantuan sosial.

Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban para pengemudi ojek yang pendapatannya semakin tergerus persaingan. (EraNews/Lew)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.