PANGKALPINANG, ERANEWS.CO.ID — Kendaraan sepeda belakangan ini naik pamor menjadi tren perbincangan hangat di dunia.
Pasalnya, banyak negara mengusulkan moda transportasi ramah lingkungan ini menjadi alat angkut utama kehidupan normal baru setelah pandemi Covid-19 hingga nanti vaksin ditemukan dan sebuah kemajuan untuk pemeliharaan lingkungan berkelanjutan.
Pesepeda (Gowes) diimbau untuk jangan merasa menjadi raja di jalanan, sehingga sering mengabaikan keselamatan pengendara dan aturan rambu-rambu lalu lintas.
Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Kota Pangkalpinang, AKP Dewi Rahmailis Munir, SH kepada wartawan, Selasa (13/10/20).
“Memang jalan ini pemilik pengguna jalan umum, baik jalan kaki dan penggunaan kendaraan bermotor maupun mobil serta sepeda. Sering kali merasa kalau pengendara lain itu harus menghargai pengendara sepeda. Tidak begitu,” ungkap Dewi.
Dewi mengungkapkan, apa yang dilakukan sejumlah pesepeda yang abai dengan keselamatan diri serta orang lain tersebut adalah hal yang salah. Untuk itu, dirinya mengimbau mereka untuk tetap mematuhi aturan yang ada.
“Pesepeda sering kali mengabaikan aturan dan keselamatan dalam berlalu lintas. Mereka harus tetap patuhi aturan,” jelasnya.
Pihaknya pun, kata Dewi terus melakukan imbauan kepada masyarakat yang gemar bersepeda.
“Safety tolong diperhatikan. Protokol kesehatan diutamakan. Dan jaga jarak,” ujarnya.
Kemudian Dewi juga meminta agar pesepeda tidak berjajar dijalan raya. karena itu menurutnya akan memenuhi badan jalan dan membahayakan.
“Saat lampu merah harus tetap berhenti, berada pada jalur sebelah kiri. Jalur paling kiri itu untuk sepeda, kemudian sepeda motor dan jalur cepat itu diisi oleh kendaraan roda empat,” pungkasnya.
(eranews/eq)














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.