TOBOALI, ERANEWS.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin memberikan penjelasan tingkat pengawasan pertambangan timah dari hulu ke hilir.
Hal itu disampaikan saat acara launching MTQH XI di Gedung Serbaguna Kabupaten Bangka Selatan, Senin (3/10/2022).
“Yang pertama industri ini kan memang harus bergerak dari hulu ke hilir, penambangan sebaik-baiknya supaya penambangan kita mengikuti kaidah pertambangan yang baik,” ungkap Ridwan Djamaluddin.
Ia menjelaskan, untuk di hilirnya itu tujuannya adalah peningkatan nilai tambah supaya maksimal pemanfaatan ekonominya.
“Tentunya tujuannya yakni peningkatan nilai tambah supaya maksimal pemanfaatan ekonominya, dan juga pemanfaatan dari sisi penyediaan lapangan pekerjaannya,” ungkapnya.
Lanjutnya terkait solusi jika ekspor timah dihentikan dan bagaimana nasib penambang rakyat kecil, dirinya menjelaskan kalau untuk penambangan itu akan terus berlangsung.
“Kan menambang itu adalah mengambilnya dari alam, tapi sekarang bergeser itu yakni dari tadi menjual balok atau logam timah menjadi produk yang lebih hilir seperti kawat soldier, kaleng serta tin chemical,” sebutnya.
Dikatakan Ridwan Djamaluddin, bahwa sebetulnya bergesernya itu bukan dari masyarakat, kedepannya itu masyarakat terus dapat menambang dan yang bergerak itu adalah produk akhirnya.
“Sebetulnya bergesernya itu bukan dari masyarakat, tetapi kedepannya itu masyarakat terus dapat menambang dan yang bergerak itu adalah produk akhirnya,” terangnya. (EraNews/Leo)
Ini Kata Pj Gubernur Babel Terkait Tingkat Pengawasan Pertambangan Timah dari Hulu ke Hilir














Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.